Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 9 September 2013

Benny Giay Nilai Cenderawasih Pos dan Bintang Papua Peralat Gereja Kemah Injil Papua

KOTA JAYAPURA - Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Papua, Benny Giay mengatakan keprihatinannya atas media massa di Papua yang kadang-kadang ikut bermain menjaga kekerasan terus meningkat di tanah Papua.

Kepada majalahselangkah.com, Kamis, (23/08/13), Benny mengatakan, "Saya prihatin lihat liputan dua koran di Papua yang  ikut bermain menjaga kekerasan terus mningkat di negeri ini dan ikut peralat gereja untuk kepentingannya. Koran yang saya maksud adalah Harian Cenderawasih Pos dan Harian Bintang Papua. Dalam liputannya ikut membawa nama gereja kami, gereja Kingmi," katanya.

Benny menjelaskan, "Ini berangkat dari terbitan Edisi, 19 Agustus 2013. Kedua koran itu yang pada halaman pertama ( headlines) memuat gambar Pendeta Heasky Denis Maury, yang menurut Koran-koran itu itu berasal dari gereja Nazaren Papua, yang pada tanggal 15 Agustus ikut dalam gerak jalan yang diselenggarakn Pemda Provinsi Papua dalam rangka perayaan 17 Agustus. Tetapi dalam baris berikutnya, Pendeta Heasky Denis Maury tadi disebut dari gereja  Kingmi."

Kata Benny, sebenarnya pihak gereja  memprotes perayaan kemerdekaan 17 Agustus tahun ini di Papua yang menurut Forum Kerja Oikumenis Gereja-Gereja Papua berlebihan dan tak pantas.

Karena, kata dia, "Perayaan 17 Agustus diadakan sambil kekerasan terus dilakukan negara tanpa henti-hentinya. Pendapat kami tetang perayaan 17 Agustus ini sudah kami sampaikan dalam Konprensi Pers dan saya kira kedua koran itu sudah terima sikap kami itu. Sehingga,  ketika Pendeta Heasky Denis Maury dari gereja lain yang ikut dalam perayaan 17 Agusrus yang begitu itu dikatakan dari gereja Kingmi. Kami mncurigai apa agenda kamu. Siapa yang kendalikan

Koran-koran itu. Siapa yang memberi kepada kamu, dua Koran ini,  ijin untuk menempatkan gereja kami menyetujui sistem 'bicara lain main lain' itu. Kami kira sedang krisis dan sedang gunakan kuasa media ditanganmu secara sewenang-wenang," katanya.

"Kami ragu, apakah Koran-koran ini independen? Saya kira ada banyak orang Indonesia yang  mencintai negara ini yang sependapat dengan kami gereja Kingmi, tidak seperti dua media ini yang menilai ke-Indonesia-an hanya dengan penampilan luar saja. Kamu sama dengan kata Yesus, 'Kamu sama dengan kuburan yang di luar dicet putih bagus tetapi dalam berisi tulang belulang' Matius 23:27," kritik Benny. [MajalahSelangkah]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :