Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 25 September 2013

Lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Jayawijaya Dinilai Kurang

WAMENA (JAYAWIJAYA) – Pembukaan lowongan untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013 yang dibuka pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebanyak 64 formasi, ternyata disesalkan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Di Indonesia (AMPTPI) cabang Wamena.

Menurut Ketua DPC AMPTPI Wamena, Tadius Walilo, AMPTPI DPC Wamena kecewa terhadap pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang hanya menerima 64 orang dalam formasi CPNS tahun 2013 ini, di mana selama dua tahun lebih tidak ada penerimaan CPNS sedangkan formasi yang keluar hanya 64 orang.

“Mahasiswa atau pengangguran yang ada di Papua khususnya yang berstudi di Wamena ini akan diapakan, dua tahun tidak ada penerimaan giliran dibuka formasinya hanya sedikit, sedangkan mahasiswa yang sudah selesai studi masih banyak yang membutuhkan kerja,” ujar Tadius kepada wartawan di Wamena, Selasa (24/09/2013).

Untuk itu, selaku putra asli Lembah Baliem dirinya meminta kepada pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jayawijaya agar bisa mengakomodir jatah atau formasi untuk Jayawijaya melebihi dari jumlah 64 tersebut. Apabila hal itu tidak ada realisasi dari pemerintah daerah, lanjut Tadius, maka AMPTPI Wamena akan lakukan aksi ke pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

“Kami himbau ke pusat bagaimana bisa mengakomodir, kami tidak mau lagi dengar di Papua hanya 100 orang, 50 di Papua Barat 50 di Papua. Kalau memang penerimaanya seperti ini, apa yang akan dinikmati oleh sarjana-sarjana yang sudah selesai studi. Memang di kabupaten pemekaran lain seperti di Lanny Jaya membuka pendaftaran untuk 600 orang, kami hanya minta jangan sampai orang luar yang masuk, ibaratnya kebun, kami selaku anak pribumi di Lembah Baliem ini kami punya lahan, sehingga lahan kami ini dikelola oleh kami sendiri bukan orang lain,” tegasnya.

Ditambahkan Tadius, memang animo masyarakat untuk mendaftar sebagai PNS masih sangat tinggi, di mana terbukti sejak Senin (23/9) hingga Selasa (24/9) kantor-kantor dinas untuk mengurus segala persyaratan banyak diserbu orang, tetapi formasi yang dibutuhkan hanya 64 orang. “Memang di kabupaten lain juga dibuka pendaftaran, tetapi ketika kami akan tes ke Yalimo atau Lanny Jaya misalnya kami terkendala perjalanan, tempat tinggal syukur-syukur kalau di sana diterima,” kata Tadius.

Hal senada pun diungkapkan salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam AMPTPI cabang Wamena, Rosalina Oagai, SE, di mana dirinya tidak paham proses penerimaan yang dibuka oleh BKD Jayawijaya.

“Kita tidak tahu proses dari BKD sendiri, untuk cari lowongan di setiap instansi. Kalau menurut saya, dari pihak BKD sendiri ke setiap instansi untuk mencari lowongan yang kira-kira dibutuhkan di situ berapa, karena saya lihat banyak sekali pegawai yang tidak cukup efektif tetapi masih bekerja. Kalau kita lihat sekarang apalagi kita sebagai pencari kerja ini sudah dua tahun menunggu untuk ikut tes, tetapi kecewa ternyata yang dibutuhkan hanya 64 orang,” tambah Rosalina.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jayawijaya, Fabianus T. Wuka, SE, M.Si ketika dikonfirmasi tabloidjubi.com menyebutkan, memang untuk formasi umum tahun 2013 ini yang akan diterima hanya 50 orang, kemudian ditambah dari tahun 2010 yang tersisa 14 formasi sehingga semuanya 64 sesuai dengan jabatan-jabatan yang diusulkan.

“Jadi, kita perlu tahu bersama bahwa dari daerah sudah usulkan semua menyangkut formasi umum ini berdasarkan kebutuhan daerah di sini, maka mungkin yang kita bisa terima formasi umum seperti itu. Kebutuhan daerah itu kita buat analisis jabatan, setelah itu kemudian kita bikin anilisis kebutuhan kerja sehingga kita ajukan ke pemerintah pusat kira-kira kita bisa dapat berapa,” ungkap Fabianus T. Wuka di ruang kerjanya.

Disisi lain juga, yang menjadi prioritas adalah pengangkatan tenaga honorer yang ada sejak tahun 2010, di mana sebanyak 735 orang dari setiap SKPD yang diusulkan kepada BKD untuk diangkat menjadi PNS. “Tenaga honorer sebanyak 735 itu kami adakan pengumuman, kami melihat berkas-berkas apa yang mereka harus lengkapi. Jadi, ini berdasarkan data tahun 2010 dari setiap SKPD untuk tenaga honorer ini,” jelasnya.

Ditambahkan Fabianus, untuk masalah penerimaan CPNS ini pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak asal-asalan seperti kabupaten lain, jika kabupaten pemekaran lain buka penerimaan besar-besaran saha-sah saja karena masih banyak kebutuhan dan hal itu dinilai tidak bisa jika dibandingkan kabupaten lain dengan Jayawijaya.

“Tenaga honorer yang 735 juga mereka harus melalui tes karena mereka masuk di kategoti 2. Pengajuan kebutuhan pegawai kita lihat berdasarkan analisis jabatan dan analisis kebutuhan kerja. Kalau dilihat, penerimaan di Jayawijaya dengan kabupaten lain kita cukup besar, katakanlah di Kabupaten Nduga 150 orang kita bahkan bisa 300-an lebih ditambah dengan honorer, itu perhitunganya dan pertimbangan, kita bisa saja terima sebanyak mungkin, tetapi ada dibatasi hal-hal tertentu,” tandasnya. [TabloidJubi]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :