Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 16 February 2014

Hasil Penjualan Tiket Pertandingan Persipura di Lapangan Mandala Menurun

KOTA JAYAPURA - Disiarkannya secara langsung pertandingan laga home Persipura Jayapura di stasiun televisi, membuat Panitia Pelaksana (panpel) pertandingan Persipura harus jeli dan memanfaatkan peluang demi meraih pemasukan.

“Pada pertandingan pertama ISL di Lapangan Mandala, dari hasil penjulan tiket, panpel hanya mendapatkan masukan sebesar Rp200 juta. Jumlah itu sangat kecil dibanding ongkos operasional untuk satu pertandingan seperti yang lalu-lalu,” kata Ketua Panpel Persipura, Facrudin Pasolo saat ditemui di Kantor Walikota Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (12/02/2014).

Menurut Facrudin, meski dirinya belum mendapatkan laporan tentang hasil penjualan karcis dari pertandingan kedua, namun berdasarkan pengamatannya hasil penjualan ticket sangat menurun.
“Angka pastinya saya belum tahu, tapi kalau pada pertandingan pertama kita hanya dapat Rp200 juta, padahal operasional setiap kali pertandingan sebesar Rp150 juta,” katanya.

Penurunan pembelian karcis masuk itu, kata Facrudin, dipengaruhi siaran langsung di televisi karena banyak warga memilih menonton di televisi daripada datang menonton di Lapangan Mandala. “Live di televisi ini membuat kami sangat rugi. Kalau hanya Rp200 juta per pertandingan, kecil sekali pemasukannya,” jelas Facrudin yang juga Kepala Dinas Pendapatan Kota Jayapura ini.

Facrudin juga melihat dukungan masyarakat terhadap tim Persipura sangat kurang dan jauh berbeda dibandingkan suporter atau dukungan masyarakat yang ada di daerah lain, seperti tim sepakbola di luar Papua. “Coba lihat Arema dan Bandung. Mau siaran langsung atau tidak, stadion tetap penuh, berbeda dengan kita di sini,” katanya.

Salah satu wartawan senior bola, Dominggus Mampioper mengemukakan, kurangnya minat penonoton bola bukan hanya masalah siaran secara langsung di televisi, tapi juga klub yang bermain bukan klub-klub sepakbola yang beranimo tinggi.

“Klub yang beranimo tinggi, karcis terusan yang murah, kartu keanggotaan panpel, pemasaran lewat online dan produk-produknya harus terus promosikan oleh panpel. Dan terutama menumbuhkan kesukaan dan kecintaan bagi Persipura Mania,” ungkap Mampioper. [TabloidJubi]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :