Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 10 March 2014

Ganngguan dari Kelompok Bersenjata dan Konflik Antar Suku dan Masyarakat jadi Ancaman Jelang Pemilu 2014

MERAUKE – Gangguan dari kelompok bersenjata, masih merupakan salah satu ancaman yang perlu diwaspadai dalam pesta demokrasi, baik Pemlihan umum legislatif maupun pemilihan presiden di Papua. 

“Ada potensi-potensi yang mengganggu penyelenggaraan Pemilu 2014 antara lain, gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata,  perang suku, konflik sosial masyarakat pendatang dan lokal, polemik pelaksanaan sistem noken dan sebagainya,” beber Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Drs. Cristian Zebua, M.M., dan Kapolda Papua, Irjend Pol Drs. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., melakukan tatap muka dengan Muspida, tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda dan unsur lainnya di Swiss-belHotel Merauke, Jumat kemarin.

Acara tatap muka ini bertujuan mengajak Pemda dan masyarakat setempat untuk berpartisipasi dan mewujudkan serta mengamankan Pemilu 2014 mendatang.

Pangdam dan Kapolda mengapresiasi Pemda dan masyarakat Merauke, karena hingga saat ini Merauke tergolong wilayah yang relatif kondusif (aman).

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Drs. Cristian Zebua, M.M., pada kesempatan itu mengatakan, secara umum ada berbagai potensi gangguan Pemilu 2014 di Papua dan Papua Barat. Oleh karena itu, terwujudnya Pemilu legislatif dan Pilpres, bukan hanya menjadi tugas TNI Polri, tetapi semua komponen masyarakat.

Dikatakan, Kodam XVII Cenderawasih sudah siap menghadapi Pemilu 2014. Antara lain, kata Pangdam, 1550 prajuritnya membantu pengamanan pemilu di provinsi dan di kabupten-kabupaten/kota. Selain itu, 5000 prajurit dicadangkan untuk mengantisipasi kalau ada potensi kisruh Pemilu 2014.

“Setingkat batalion untuk membantu Polda dan Polres-Polres. Ketentuannya, TNI mempertebal kekuatan Polri. TNI tidak diberi sasaran sendiri, harus bersama-sama dengan Polri. Karena kita sifatnya membantu, saat operasional semua dibawah komando pengendalian Kepolisian. Dukungan lain yang kita siapkan, distribusi logistik,” terang Pangdam, seraya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mewujudkan Pemilu 2014 yang damai, aman dan tertib.

“Harapan, agar kita semua agar seluruh komponen masyarakat turut serta bertanggungjawab menjaga kepedulian, ketertiban, kepekaan, kondisi sosial masyarakat Papua menghadapi Pemilu 2014. Jadi tugas ini bukan hanya TNI-Polri, tapi kita semua,” tandasnya.

Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., menambahkan, masyarakat Merauke diminta agar tidak terlena dengan situasi dan kondisi keamanan di wilayahnya.

 Kapolda memberi apresiasi karena Merauke relatif kondusif, tidak ada peristiwa atau gejolak keamanan yang signifikan. Meskipun demikian, Pemda, masyarakat dan aparatnya diminta untuk tetap waspada.

“Masyarakat, Polri dan TNI perlu bersama-sama peka tehadap peristiwa-peristiwa yang tidak terduga. Aman, aman, tiba-tiba ada pristiwa, nyawa hilang. Itu perlu kita kaji dan kita waspadai. Polri bersama TNI siap mengamankan Pemilu 2014, tetapi itu semua juga membutuhkan dukungan masyarakat dan Pemda setempat. Saya harap Merauke bisa menjadi model bagi daerah lain,” tandasnya. [BintangPapua]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :