Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 10 March 2014

Master Nasional, John Nuda Juarai Turnamen Catur Terbuka Piala DPD Golkar Papua

KOTA JAYAPURA — John Nuda Master Nasional pada babak ketujuh turnamen catur terbuka, dalan rangka memperebutkan piala DPD Golkar Papua, yang masih berlangsung, Kamis (27/02/2014) di Gedung Golkar Jalan Percetakan Jayapura, kembali meraih kemenangan, setelah berhasil menumbangkan pecatur yang juga bergelar Master Nasional, Frans Wempi Waricu.

Dengan demikian John Nuda memiliki poin tujuh dan memimpin klasmen sementara. Bahkan, dirinya hanya membutuhkan remis atau seri (imbang), untuk memastikan sebagai juara.

Dalam laga antar sesama master nasional itu, animo masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan. Karena, mereka berdua selama ini adalah Ikon Pecatur Papua yang bergelar Master Nasional.

Usai mengalami kekalahan, Wempi Waricu Master Nasional mengatakan, dalam pembukaan Benoni, buah hitam memang mendapatkan menteri putih, tapi konsekuensinya semua  perwira pasif. “Meski saya unggul menteri karena hanya ditukar dengan kuda dan benteng, namun, perwira saya tidak memiliki mobilitas,” ungkap Wempi Waricu.

Dengan kekalahan itu, Wempi tertahan dinilai 5. Sementara John Nuda mengakui, dirinya sebenarnya jarang menggunakan pembukaan Benoni, karena sangat terbuka. “Saya jarang memakai pembukaan ini,” singkatnya.

Ia melanjutkan, pengorbanan menteri membuahkan hasil, yakni seluruh perwira hitam pasif dan tidak bisa bergerak. “Keunggulannya pengorbanan menteri ini, semua buah putih mobile,” ucapnya.

Sementara Wasit Nasional Yusak Peco mengatakan, pembukaan Benoni sangat terbuka dan tajam, sehingga yang memainkannya harus benar-benar memiliki konsentrasi tinggi. “Pembukaan Benoni penuh kombinasi, diperlukan perhitungan cermat, tepat,”ucapnya.
Memang buah putih mengobarkan menterinya, tapi mendapatkan kompensasi, perwira aktif seblikany hitam pasif. “Itulah keunggulan putih, sekalipun kehilangan menteri,”jelasnya.

Dengan poin 7, lanjut Yusak, John Nuda Master Nasional membutuhkan setengah atau remis (draw) untuk mengukuhkan dirinya sebagai juara 1. “John Nuda butuh remis dalam dua babak terakhir, ia akan juara,” singkatnya.

Sampai babak ketujuh, sambung Yusak, animo masyarakat untuk mengikuti pertandingan masih sangat tinggi. “Masyarakat tetap antusias menuntaskan babak yang tersisa,”tandasnya.

Sementara Ketua Panitia Pertandingan, Sonny Ropa mengatakan, John Nuda layak menjadi pimpinan klasmen dan calon kuat juara dalam turnamen Catur Golkar Cup. Pasalnya, semua lawan yang dihadapinya masih tergolong dibawah kemampuannya, disamping itu John Nuda juga memiliki pengalaman bertanding di tingkat Nasional yang cukup banyak. “John layak dan pantas juara karena pengalaman bertandingnya sudah tinggi,” papar Sonny.

Sampai saat ini animo masyarakat untuk menyaksikan dan ikut bertanding, sangat tinggi. “Banyak pecinta catur yang rindu adany event-event seperti ini guna menyalurkan hobbynya,” kata dia. [BintangPapua]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :