Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 10 March 2014

Masyarakat Makan Gratis di HUT Kota Jayapura Ke-104

KOTA JAYAPURA - Puncak acara peringatan hari jadi Kota Jayapura ke-104, Jumat (07/03/2014) kemarin, dipusatkan di Taman Imbi. Peringatan ini tak hanya dihadiri oleh PNS saja, warga Kota atau masyarakat juga tak mau kehilangan moment bersejarah tersebut.

Begitu juga ratusan pedagang makanan pun dilibatkan. Bahkan di masing-masing gerobak baik bakso, soto, sate dan lain-lain di pasang nomor urut, yang ditugasi oleh Panitia HUT, untuk melayani warga kota secara gratis

 Menurut salah satu warga dari Abepura, Fitus Arung, kehadirannya di Taman Imbi bukan hanya untuk menyaksikan acara puncak, dirinya sengaja datang untuk menikmati makanan yang disajikan secara gratis

 ”Sate yang saya makan ini gratis,”katanya saat menikmati sate yang diperoleh dari gerobak sate Doa Ibu yang berjejeran bersama gerobak lainnya di depan Ruko milik GKI di Taman Imbi.

 Nampaknya apa yang dilakukan oleh panitia HUT  mendapat apresiasi dari warga Kota. Kata seorang pedagang, masing-masing gerobak bakso dibayar oleh panitia sebesar Rp.700 Ribu.

 ”Saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya, tapi sekitar 100 lebih penjual dengan bayaran Rp.700 Ribu, tapi saat ini belum dibayar,”kata Yuke yang menjajakan Mie Pangsit.

 Yuke merasa beruntung, soalnya dia tidak usah cape-cape memasarkan Mie Pangsitnya, karena sudah dipesan oleh Panitia HUT Kota Jayapura.”Sama penghasilannya tidak beda jauh dengan hari-hari biasa. Lebihnya, karena hari ini saya pulang lebih cepat, bila  dibandingkan kalau saya harus menjual keliling,”imbuhnya dengan senyum.

 Sementara berdasarkan pantauan, hingga pukul 11,03 WIT, beberapa pedagang suda mengungsi dari tempat jualannya, karena dagangan mereka telah diserbu oleh warga Kota.[PapuaPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :