Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 1 May 2015

Biak Numfor akan Rayakan Tahun Baru Adat

BIAK (BIAK NUMFOR) – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor,Papua, Jubelius Usior mengatakan, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor akan merayakan tahun baru orang Biak dalam ibadah syukur. “Jadi selain tahun baru yang lazim dilakukan oleh semua orang dunia diakhir tahun, ada juga tahun baru orang Biak yang dilakukan setiap tahun pada tanggal 28 -30 April,” kata Jubelius Usior ketika ditemui Jubi, Rabu (29/4/2015) siang di Biak.

Usior mengatakan Bupati, Thomas Alfa Edison Ondy sedang berupaya mendapat persetujuan Gubernur Papua, Lukas Enembe, “Sehingga pada tanggal 28 – 30 April tiap tahun semua kantor-kantor diliburkan dan seluruh orang Biak merayakan tahun baru secara bersama-sama,”ujar Usior.

Mengenai kegiatan Munarah Wampasi yang direncanakan dilaksanakan oleh pemkab pada bulan Juli. Ia berharap akan tetap dilakanakan sesuai jadwal yang ditentukan yaitu pada tanggal 1- 4 Juli 2015.

Dengan kegiatan – kegiatan yang dilakukan seperti Snap Mor di Pantai Mnuwar Biak Timur, Diving, Lomba foto bawah laut dan Padaido island tour di Kepulauan Padaido, Biak exotic tour di Biak Timur, Utara dan Selatan dan Apen Beyeren dan Pameran Anggrek serta Handycraft dihalaman Museum Cenderawasih Biak.

Sebelumnya Ketua Himpunan Pemandu Pariwisata Indonesia ( HPPI) Biak, Papua, Rudolf Boy Ronsumbre mengatakan event Munara Wampasi tidak mesti harus dilakukan karena mengeluarkan anggaran yang cukup besar sedangkan dampaknya kepada masyarakat tidak terlalu besar.

“Baiknya anggaran yang dipakai untuk Munara Wampasi itu dipakai untuk kelola obyek-obyek wisata yang ada sekarang untuk menerika kunjungan wisatawan sehingga masyarakat pemilik tempat-tempat wisata pun bisa merasakan  manfaat dari tempat-tempat wisata itu,”ujar Boy. [Jubi]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :