Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 31 May 2015

Polda Papua dan Kodam Cenderawasih Kejar Kelompok Yambi

KOTA JAYAPURA - Pihak Kepolisian Daerah Papua masih melakukan pengejaran terhadap kelompok Yambi. Kelompok ini diduga sebagai pelaku penembakan enam warga sipil di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Selasa, (26/5) lalu.

Dalam kasus itu, satu warga sipil tewas dan lima lainnya menderita luka tembak. Korban luka masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

Menurut Kapolda Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende, kepolisian telah mendapat bantuan satu peleton personel TNI. “Saya sudah ditelepon Kapolres Puncak Jaya yang meminta tambahan personel,” katanya, Sabtu (30/5).

Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal Fransen Siahaan mengatakan bahwa dia telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua untuk melakukan pengejaran sampai kelompok Yambi tertangkap.

"Kami akan bawa mereka ke depan hukum, sebab hukum panglima tertinggi,” katanya.

Peristiwa penembakan di Mulia terjadi di salah satu rumah warga bernama Jufri Tandi Payung. Saat itu para korban sedang duduk di ruang tamu sambil bermain kartu. Polda Papua menduga pelaku penembakan dilakukan kelompok Yambi yang dipimpin Tengahmati Telenggen.

"Kami sudah mengerahkan 70 personel Brimob yang didukung TNI untuk melakukan pengejaran. Kelompok ini lari ke hutan di Distrik Mulia. Dari hasil di lapangan, disinyalir pelaku diperkirakan sebanyak 18 orang," ujar Yotje Mende. [Tempo]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :