Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 31 May 2015

Pulau Numfor Miliki Palem Langka di Dunia Bernama Manjekia

BIAK (BIAK NUMFOR) - Pulau Numfor selain kaya akan potensi perikanan dan kacang hijau, ternyata juga kaya akan keanekaragaman hayati terutama floranya. Bahkan pulau di sebelah barat Biak ini memiliki satu Palem endemik langka yaitu Manjekia maturbongsii. Palem yang sering disebut masyarakat lokal dengan Palem Manjekia ini sangat istimewa karena hanya ditemukan di Pulau Numfor, dan tidak ditemukan di belahan bumi manapun.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Biak Numfor, Hendrizon Ondy, S.Hut, MMA saat ditemui wartawan seusai Seminar Sehari Hasil Kajian Ekologi dan Disain Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati Hutan Pulau Numfor, Kamis 16 April 2015 di Gedung Wanita Biak.

Menurut Hendrizon, kegiatan ini merupakan hasil kajian yang sudah dilakukan tahun 2012 dan 2013 oleh Badan Pengelola Sumber Daya Alam Lingkungan Hidup Provinsi Papua dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Negeri Papua (UNIPA).

Selaku SKPD teknis, dirinya menganggap kegiatan ini sangat penting, karena hasil atau rekomendasi dari penelitian itu menunjukan bahwa Pulau Numfor memenuhi syarat untuk pembangunan taman keanekaragaman hayati hutan, mengingat keanekaragaman hayati floranya luar biasa.

“Di pulau Numfor, ada jenis endemik palem langka yang baru ditemukan, dan disarankan untuk dijadikan mascot untuk Kabupaten Biak Numfor. Karena jenisnya yang langka dan tidak ditemukan di daerah manapun kecuali di Pulau Numfor,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, Dinas Kehutanan dan Perkebunan memfasilitasi teman-teman dari Manokwari, Pusat Penelitian UNIPA dan Badan Pengelola Sumber Daya Lingkungan Hidup Provinsi Papua untuk menyelenggarakan seminar ini.

“Dan ini sudah kami koordinasikan dengan pak Bupati Biak Numfor, dan beliau sangat setuju karena sesuai dengan visi misi, terutama visi misi kedua yaitu pemberdayuaan untuk masyarakat, dan misi keenam meningkatkan infrastruktur dan lingkungan hidup di Biak Numfor,” papar Hendrizon.

Kemudian, kata Hendrizon, hasil ini akan ditindak lanjuti dengan Surat Bupati, apalagi master plan-nya sudah diserahkan kepada Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan akan diserahkan ke Bupati.

Kemudian nanti Bupati lanjutkan ke Provinsi Papua, kemudian diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk persetujuan anggaran tahun 2016, dalam rangka membangun Taman Keanekaragaman Hayati di Pulau Numfor.

“Tadi masyarakat pemilik ulayat menyatakan dukungannya untuk program tersebut,” tambah Hendrizon.

Selain untuk upaya pemberdayaan masyarakat, program tersebut juga untuk menyelamatan flora dan fauna di Kabupaten Biak Numfor, karena seiring bertambahnya penduduk maka banyak tekanan kepada flora dan fauna.

“Untuk itu, sekarang harus mulai dipikirkan, dan Bupati sangat setuju karena ada aspek untuk pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu nantinya masyarakat akan sadar dalam menjaga lingkungan, minimal ditempat tinggal masing-masing,” harapan Hendrizon. [HumasBiakNumfor]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :