Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 30 June 2015

Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Papua Harus Dukung Pembangunan

KOTA JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua berupaya mengembangkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tujuan untuk mewujudkan ASN yang dapat mendukung pelaksanaan kebijakan percepatan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Papua.

Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP MH menjelaskan, pengembangan ASN di Papua mampu memberikan dukungan dan fasilitasi percepatan pembangunan kawasan produktir, baik di provinsi maupun kabupaten dan kota se-Papua.

“Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan Papua sebagai provinsi dengan daya saing tinggi dan lebih lanjut,” ungkapnya dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Tiga Bidang Umum Sekda Papua Rosina Upessy,SH pada pembukaan diklat kepempimpinan tingkat IV angkatan III di lingkungan pemprov Papua di Aula Balai Diklat Papua, Selasa (23/6).

Dalam kaitannya itu,  Pemprov Papua berupaya mengembangkan sumber daya aparatur melalui berbagai diklat, baik diklat teknis, fungsional maupun diklat kepemimpinan terus dilakukan guna meningkatkan kompetensi ASN yang sesuai dengan kebutuhan instansi di lingkup pemprov.

“Dalam rangka meningkatkan kapasitas birokrasi Pemerintah, maka Pemprov Papua mengupayakan penyelenggaraan diklat kepemimpinan tingkat IV yang mengacu pada Peraturan kepala lembaga administrasi negara RI nomor 13 tahun 2013 tentang penyelenggaraan diklat kepemimpinan tingkat IV pola baru,” jelasnya.

Hal ini diarahkan pada pembentukan kompetensi pejabat struktural eselon IV yang mampu menjabarkan visi, misi dan program instansinya ke dalam berbagai kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsinya.

“Tugas ini menuntut pejabat struktural eselon IV memiliki kemampuan teknis agar mampu memimpin operasionalisasi kegiatan di unit kerjanya dengan mengerahkan dan memanfaatkan sumber-sumber daya manajemen efisien dan efektif,” katanya. [Dharapos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :