Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 30 June 2015

Festival Biak Munara Wampasi (BMW) Siap Digelar 1 hingga 4 Juli

KOTA JAYAPURA - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua, David Pagawak mengatakan, Festival Biak Munara Wampasi (BMW) yang bakal digelar pada tanggal 1 Juli 2015 mendatang diharapkan menjadi langkah destinasi wisata di wilayah adat Saireri.

“Jadi, Festival Biak Munara Wampasi ini merupakan acara festival air surut untuk mencari ikan, hal ini merupakan kegiatan musiman dimana setiap tahun terjadi musim ini dan memang untuk penyelenggaraan festival ini mereka pilih bulan Juli,” kata David Pagawak kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua, Kamis (25/6)

Penyelenggaraan festival BMW ini, ujar Pagawak, bakal dilksanakan setiap tahun dimana melalui festival BMW ini diharapkan mampu menampilkan keindahan alam maupun keindahan laut dengan ikan yang bermacam-macam.

“Keindahan laut kepulauan Padaido atas dan Padaido bawah ini diharapkan dapat membuat festival ini menarik sehingga kedepan bisa sama dengan Festival Danau Sentani (FDS) yang menjadi agenda tahunan,” ungkapnya.

Untuk itu, kata David, Festival BMW diharapkan menjadikan Biak menjadi kawasan pusat kegiatan pariwisata di wilayah adat Saireri.

“Biak kita dorong sebagai pusat kegiatan pariwisata dan kita juga berharap agar Kabupaten lainnya seperti Waropen, Kepulauan Yapen, Nabire dan Supiori untuk menggelar festival karena dengan semakin banyak kegiatan festival yang digelar di kawasan ini diharapkan dapat menciptakan Sail Saireri atau Teluk Cenderawasih yang kita harapkan kedepan dapat menampilkan keindahan alam dan laut dari kawasan ini,” jelas David.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Biak Numfor, Agus Filma menjelaskan, penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi 2015 pada Juli dimana merupakan perayaan ini merupakan perayaan adat bagi masyarakat Biak.

“Biak Munara Wampasi ini terkait dengan musim-musim yang ada di Biak. Ini merupakan tahun barunya orang Biak, sehingga dari sisi Otsus atau kedaerahan Pemerintah Kabupaten Biak akan berlakukan libur fakultatif mulai 1-4 Juli untuk menghargai acara tersebut,” kata Filma.

Dalam Festival Biak Munara Wampasi, jelas dia, berbagai paket wisata, seperti Snap Mor, yaitu menangkap ikan di saat air surut, paket Diving, city Tour, tradisi injak batu, hingga pameran akan diselenggarakan. 

"Ada beberapa aktifitas kegiatan berupa tur ke Pulau Padaido untuk melakukan diving dan kunjungan ke pulau pulau Padaido dan Samber Pasi atas,” ujar Agus.

Dikatakan Agus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak akan kembangkan Pulau Samber Pasi sebagai ikon pariwisata daerah. Dimana untuk tahun ini sudah dianggarkan untuk beberapa item seperti pembangunan pariwisata, jalan lingkar dan aktifitas pembangunan lainnya akan dilakukan. [Dharapos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :