Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 30 June 2015

Kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Mimika Dipalang Keluarga Ferid Simbiak

TIMIKA (MIMIKA) - Kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Mimika dipalang sekelompok warga yang menamakan diri anggota keluarga almarhum Ferid Ongor Simbiak, pegawai Taman Lorentz yang ditemukan tewas beberapa waktu lalu.

Aksi pemalangan ini dilakukan sejak Selasa (16/6) hingga Rabu (17/6). Akibat pemalangan itu, membuat 48 pegawai Dishut dalam dua hari terakhir tidak masuk kantor. Selain pemalangan pada pintu masuk dengan menggunakan kayu ukuran 5x5 Cm, sekelompok warga itu juga menulis pada dinding tembok kantor menggunakan cat.

‘Kantor disegel oleh keluarga besar Biak dan oleh keluarga alm Ferid Ongor Simbiak’, tertulisnya.

Sekretaris Dinas Kehutanan John Rumbiak mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara jelas, apa yang menjadi dasar pemalangan itu. Jika aksi itu ada kaitannya dengan meninggalnya almarhum Ferid, menurut John tidak tepat sasaran.

Almarhum Ferid kata John bukan merupakan pegawai Dinas Kehutanan Mimika, melainkan pegawai Balai Taman Lorentz Seksi 1 Kabupaten Mimika, yang secara tupoksi antara kedua lembaga ini berbeda. “Almarhum juga memang ikut berperan di Dishut, jika ada masalah pekerjaan yang sifatnya mendesak,” katanya.

Terkait tempat tugas almarhum setiap harinya adalah di dalam wilayah Taman Lorenz. “Kami terpaksa tidak kerja, padahal ada banyak pelayanan hari ini. Kami juga tidak mau ambil resiko buka palang itu, sebab mereka juga mengancam mau kasih rusak kantor, kalau kita buka palang,” keluhnya.

Atas kejadian itu, katanya Dishut telah melaporkan ke Polsek Mimika Baru untuk membantu penyelesaian kasus tersebut. Melalui polisi diharapkan adanya penyelesaian melalui mediasi antara keluarga almarhum yang melakukan pemalangan dengan pihak Dishut.

Polisi yang setelah menerima laporan langsung mengundang perwakilan Dishut dan keluarga korban. Namun dalam pertemuan yang dipimpin Kapolsek Miru, kemarin belum menemukan titik terang. [PapuaAnigou]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :