Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 30 June 2015

Keluarga Yoseni Agapa Tolak Otopsi Jenazah Penembakan

KOTA JAYAPURA - Keluarga korban penembakan Yoseni Agapa (15) di Kilometer 220, Bakobado, Distrik Kamu Timur, Kabupaten Dogiayai menolak rencana otopsi terhadap jenazah Yoseni akan dilakukan, pada Sabtu (27/6) lalu.

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige saat dikonfirmasi membenarkan adanya penolakan rencana otopsi terhadap jenazah korban penembakan yang akan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari  anggota Reskrim dan Intel Polres Nabire, Polsek Kamu, Brimob BKO Dogiyai, dan tim dari Puskesmas Monamani.

“Otopsi ini untuk mengetahui arah tembakan atau jenis senjata yang digunakan pelaku berdasarkan proyektil yang mungkin masih berada didalam tubuh korban Namun, rencana itu  ditolak oleh keluarga korban,” kata Patrige,  Minggu (28/6).

Sebelumnya, kata Patrige, pihak keluarga korban menyetujui untuk di dilakukan autopsi jenazah korban. Namun lantaran ada provokasi dari beberapa warga, rencana otopsi ditolak oleh pihak keluarga korban. 

“Waktu itu sempat terjadi perdebatan  dari Kapolsek Kamu dengan keluarga besar marga Agapa, namun mereka tetap menolak, sehingga tim kembali ke TKP untuk pra-rekontruksi,” jelasnya.

Dari hasil pra-rekonstruksi yang diperankan langsung oleh Melianus Mote, sekitar pukul 12.00 WIT, terang Patrige, tim berhasil menemukan barang bukti di lokasi kejadian berupa selongsong peluru caliber 5.56 MM sebanyak 12 butir.

Sementara menurut keterangan saksi Melianus, jelas Patrige, penembakan itu berawal adanya  pemalangan yang dilakukan oleh 10 orang pemuda di lokasi kejadian, pada  Kamis (26/6).

Saat itu muncul sejumlah mobil lalu ketika muncul mobil menggunakan ban besar warna putih ada corak merah pada samping mobil kiri kanan dan dihentikan oleh Melianus Mote.

Namun saat Melianus mendekati mobil tersebut, sambungnya, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan sisi kanan mobil bersamaan dengan itu Melianus Mote terkena sabetan benda tajam yang dilakukan oleh sopir yang mengenai lengan kiri korban.

“Ketika mendengar bunyi tembakan itu, para penumpang yang berada dalam mobil keluar dari pintu mobil sebelah kiri dan kanan. Hanya selang berapa menit, keluar tembakan mengenai Yoseni Agapa yang berada di belakang,” paparnya. [PasifikPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :