Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 11 June 2015

Pencarian Dana Pilkada 11 Kabupaten Masih Lamban

KOTA JAYAPURA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua menyatakan, pencarian dana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Desember 2015 secara serentak di 11 kabupaten di Provinsi Papua, masih lamban.

"Pencarian dana di sejumlah kabupaten yang menyelenggarakan pilkada serentak pada 9 Desember 2015, masih lamban," kata Ketua KPU Papua Adam Arisoy pada Rabu (10/6).

Ia mengatakan, dari 11 kabupaten yang akan mengikuti pilkada serentak, baru dua kabupaten yang sudah mencairkan dana diatas 50 persen, sisanya kurang dari itu.

"Baru Kabupaten Merauke yang telah mengucurkan dana pilkada 100 persen, sedangkan Nabire 50 persen," katanya.

Sementara sejumlah kabupaten yang pencairan dananya dibawah 50 persen, kata Arisoy diantaranya Waropen yang baru mengucurkan Rp3 miliar dari Rp25 miliar dianggarkan dan Yahukimo Rp8 miliar dari Rp54 miliar.

"Ini jadi tidak mungkin jika KPU di daerah akan bekerja maksimal dengan anggaran yang tidak memadai. Apalagi tahapan pilkada serentak sudah di mulai," katanya.

Ketika ditanya kendala apa yang menghambat daerah dalam mengucurkan dana pilkada serentak, Arisoy mengatakan, pihaknya akan segera mengecek langsung ke kabupaten tersebut.

"Saya akan segera ke daerah dalam waktu dekat ini, saya akan ke Pegunungan Bintang, setelah itu ke Waropen. Saya akan menanyakan langsung kepada bupatinya, apakah mau dilaksanakan pilkada serentak atau tidak," katanya.

"Jika memang belum siap, kami akan tunda hingga daerah itu hingga siap. Tapi, jika daerah tersebut ingin melaksanakan pesta demokrasi secara serentak, maka harus konsisten dalam pengucuran dana. Kami juga akan meminta BPK untuk mengawasi dan mengaudit semua dana pilkada," katanya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Papua, Isak Hikoyabi, menyatakan anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pilkada 2015 nanti terverifikasi sebesar Rp. 315,10 miliar lebih. Hal ini kurang dari perkiraan sebelumnya yakni sebesar Rp. 384 miliar lebih.

Ia mengatakan dana Rp315 miliar lebih itu sudah final dan dari jumlah tersebut tercatat Rp138,449 miliar lebih sudah dibagikan dan kini berada di rekening KPU sejumlah kabupaten.

"Dari 11 kabupaten di Papua yang akan menggelar pilkada serentak baru Kabupaten Merauke yang dananya sudah diserahkan seluruhnya ke KPU Merauke yakni sebesar Rp35,949 miliar lebih," ujarnya di Jayapura, Senin (1/6).

Sedangkan 10 kabupaten lainnya tercatat sebagai berikut, Kabupaten Nabire dari Rp27,35 miliar yang dibutuhkan, sudah diserahkan pemerintah daerah ke KPU setempat sebesar Rp15 miliar, Kabupaten Asmat dari Rp24,81 miliar lebih yang diserahkan Rp15 miliar.

Kabupaten Supiori dari alokasi sebesar Rp12,49 miliar lebih yang sudah diserahkan Rp7 miliar, Kabupaten Keerom dari Rp15 miliar yang sudah diserahkan Rp5 miliar, Kabupaten Mamberamo Raya dari Rp22 miliar yang diserahkan ke KPU Rp11 miliar.

Selanjutnya isak mengatakan, untuk Kabupaten Boven Digul dari Rp35 miliar yang sudah diserahkan Rp14 miliar, Kabupaten Pegunungan Bintang dari Rp26 miliar yang diserahkan Rp13 miliar, Kabupaten Yalimo dari Rp37 miliar yang diserahkan baru Rp11 miliar.

Sedangkan Kabupaten Yahukimo dari Rp54 miliar yang dianggarkan baru Rp8 miliar yang diserahkan, dan Kabupaten Waropen dari Rp25,49 miliar lebih baru diserahkan sebesar Rp3,5 miliar.

Menurutnya, dana yang dialokasikan itu belum termasuk anggaran untuk alat peraga, baliho, spanduk dan pamflet para calon.

"Dana tersebut nantinya akan dialokasikan lagi setelah ditetapkannya calon yang akan mengikuti pilkada di tiap daerah," ujarnya [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :