Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 12 June 2015

Peresmian Enakhouw Obhee di Kamping Simporo, Ebungfaw

SIMPORO (JAYAPURA) – Obhee atau Rumah Adat Suku Sentani adalah pusat pemerintahan para Ondofolo dan Ondoafi dipesisir Danau Sentani. Setiap kampung memiliki Obheenya masing – masing sesuai dengan keturunan dan mata rumah yang ada di Kampung tersebut.

Wakil Bupati Jayapura Roberth Djoenso  atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) telah meresmikan Enakhouw Obhee di Kampung Simporo Distrik Ebungfaw yang adalah milik marga Tokoro di Kampung tersebut.

Roberth Djoenso saat membacakan sambutan Bupati Jayapura mengatakan Obhee hendaknya dijadikan pusat dari segala pemerintahan adat didalam Kampung, tempat penyelesaian masalah dan juga tempat untuk memutuskan segala bentuk persoalan sosial yang terjadi ditengah masyarakat.

“Dalam obhee atau rumah adat ini segala sesuatu yang menyangkut dengan persoalan sosial dan adat istiadat dalam masyarakat diputuskan didalam sini, tentunya berdasarkan aturan dan tata etika yang telah ditentukan oleh tua tua adat disini” ujar Wakil Bupati di Kampung Simporo usai meresmikan Obhee tersebut, Kamis (11/6).

Masih dari sambutan Bupati, Wakil Bupati menekankan kepada Generasi muda untuk tetap menghargai para tua – tua adat di Kampung tersebut, hal ini berkaitan dengan maraknya kejadian anak muda yang sering melakukan penganiayan terhadap orang tua.

“Dalam kesempatan ini perlu juga saya tekankan kepada anak muda kita agar senantiasa menghargai dan menghormati mereka yang yang di tuakan di Kampung atau dalam keluarga, kenapa? Karena tidak mungkin orang tua kita di hargai oleh orang lain kalau kita sendiri tidak menghargai mereka,” kata Wabub

Selain memberikan selamat kepada Ondofolo Demas Tokoro (Rokhoro) atas diresmikan Obhee Enakhouw miliknya, Wakil Bupati juga berharap agar sistem pemerintahan dalam Obhhee ini dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di Kampung tersebut.

Di tempat yang sama Demas Tokoro sebagai Ondofolo Kampung Simporo dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak keluarga yang telah berupaya membantu dan membangun Obhee yang saat ini berdiri megah di Kampungnya.

“Semua bisa terjadi berkat pertolongan Tuhan, banyak hal yang terjadi di Kampung ini sejak puluhan tahun yang lalu. Perubahan demi perubahan terus terjadi, mulai dari kebiasaan masyarakat yang masih mempercayai hal – hal di luar keyakinan kita terhadap Tuhan sampai dengan seringnya terjadi konflik antar Kampung termasuk masyarakat sendiri di Kampung ini. Semuanya satu persatu kita mulai tinggalkan dan saya sebagai seorang Ondofolo mengajak semua warga masyarakat untuk mengandalkan Tuhan dalam kehidupan mereka, satu keajaiban yang luar biasa, kita hidup dalam damai satu dengan yang lainnya termasuk rasa kebersamaan untuk membangun Obhee ini yang berdiri megah seperti sekarang,” kata Ondofolo ke 10 dalam Pemerintahan Obhee Enakhouw. [Jubi]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :