Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 30 June 2015

Polda Papua Belum Terima Perintah Siaga Jelang 1 Juli

KOTA JAYAPURA – Jelang 1 Juli 2015, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige menyatakan pihaknya belum menerima adanya perintah menaikan status keamanan menjadi siaga satu.

Dikatakan para pimpinan belum memberikan perintah untuk mengantisipasi gangguan keamanan dalam peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke 69 tahun yang bersamaan dengan peringatan hari berdirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ideologinya tertentangan dengan NKRI.
.
”Sampai saat ini belum ada perintah Siaga Satu dari Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende. Yang ada yang meningkatkan kegiatan rutin,” tegas Patrige kepada wartawan, Sabtu (27/6).

Maka menjelang 1 Juli, lanjut dia, Polri bersama rekan-rekan TNI selalu melakukan kegiatan-kegiatan antisipasi terhadap tindakan atau aksi-aksi yang mengganggung akvititas masyarakat.

Disamping itu,  mulai 26 Juni beberapa Polres di Provinsi Papua telah meningkatkan kegiatan rutin dalam pengamanan 1 Juli nanti.

Menurut Patrige, Polri akan menitik beratkan pengamanan di  Polres Keerom, Polres Jayapura, Polresta Jayapura, Polres Lanny Jaya, Polres Puncak Jaya, Polres Nabire, Polres Paniai, Polres Yapen dan Polres Biak.

Meski demikian, pihaknya membantah adanya penebalan atau penambahan personel Polri dititik-titik tertentu.

“Hanya kegiatan patroli yang biasanya 2 samapai 3 kali ditingkatkan menjadi 5 atau 7 kali. Jadi tidak ada kegiatan menambah kekuatan, atau penebalan, cuma peningkatan kegiatan rutin saja,” tegas Patrige.

Selain meningkatkan patroli, kata Patrige, pihknya juga akan melakukan penertiban terhadap orang mabuk bersama Satuan Polisi Pamong Praja. Langkah ini untuk meminimalisir gangguan yang disebabkan oleh minuman keras.

Patrige mengakui adanya bantuan dari TNI untuk melakukan pengamanan 1 Juli mendatang.

“Sudah pasti nanti diantisipasi oleh Polres masing-masing, termasuk pelibatan TNI di tingkat Kabupaten,” jelasnya.

Soal pergerakan OPM di Papua sendiri, Patrige juga menegaskan belum ada pergerakan kelompok –kelompok yang tak sepaham dengan NKRI.

Seperti di Kabupaten Lanny Jaya yang menjadi salah satu basis kelompok tersebut, pihaknya belum menerapkan cara bertindak.
“Belum ada pergerakan, sesuai data kriminalitas Polres Lanny Jaya, belum ada informasi yang mengharuskan penebalan kekuatan atau cara bertindak tertentu untuk kelimpok – kelompok yang memperingati 1 Juli,” tegas Patrige. [PasifikPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :