Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 28 June 2015

Polisi Masih Cari Pelaku Penembakan Menase Agapa di Kampung Ugapuga

ENAROTALI (PANIAI) - Menase Agapa (22) warga kampung Ugapuga, Distrik Kamu Timur, Kabupaten Dogiyai, tewas ditembak saat melakukan aksi palang jalan Trans -Papua lintas Nabire-Paniai.

Insiden tersebut terjadi Kamis (25/6) sekitar pukul 20.00 WIT, yang berawal dari aksi palang jalam yang dilakukan korban dan rekan-rekannya. Mereka mencegat setiap kendaraan yang melintas dan meminta sejumlah uang.

Sementara pelaku penembakan yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu menembak korban saat korban mendekati kendaraan pelaku dan meminta uang.

Awalnya korban terkena tembakan di tangan kanan namun beberapa saat kemudian pelaku kembali melakukan penembakan hingga menewaskan korban.

Kepolisian hingga kini masih mencari kendaraan yang diduga digunakan oleh pelaku penembakan yang belum diketahui ciri-cirinya.

"Belum bisa dipastikan apakah pelaku penembakan melarikan diri ke wilayah Paniai atau tidak, karena bisa saja pelaku bersembunyi di wilayah Kabupaten Deiyai," kata Kapolres Paniai AKBP Leonardus Nabu pada Sabtu (28/6).

Pihaknya belum bisa memastikan apakah kendaraan yang digunakan pelaku penembakan itu kembali ke wilayah Enarotali, Kabupaten Paniai, Waghete, Kabupaten Deiyai, Monemani, Kabupaten Dogiyai atau Nabire, Kabupaten Nabire.

"Bisa saja kendaraan itu singgah di Deiyai dan bukannya ke Paniai, karena itu polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kendaraan yang sering digunakan dengan rute Enarotali -Monemani -Nabire," katanya.

Di TKP, polisi menemukan 16 butir kelongsong dan satu butir peluru tajam jenis SS-11 kaliber 6,5 mm.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin, membenarkan terjadinya insiden penembakan tersebut.

"Dari laporan yang diterima, kasus tersebut terjadi saat korban bersama rekan-rekannya melakukan aksi palang jalan dan mencegat mobil yang sedang menuju Nabire," ujarnya.

Kombes Patrige mengatakan, dari laporan yang diterima terungkap, pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu kemudian membalik arah kembali ke Paniai.

Keesokan harinya, Jumat (26/6) Kapolsek Kamu AKP Edward Hetarua bersama personil brimob mendatangi TKP dan menemukan kelongsong dan 1 butir peluru tajam jenis SS1 call 6,5 mm.

"Barang bukti tersebut sudah diamankan di Polsek Kamu," jelas Kombes Patrige.

Jalan TransPapua merupakan jalan raya poros Paniai-Nabire dengan aspal halus yang melewati dua kabupaten yakni Deiyai dan Dogiyai. Jalan ini dapat ditempuh sekitar delapan jam. [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :