Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 8 July 2015

Rekor Baru, Mikronesia Dibantai Vanuatu 0-46

PORT MORESBY - Timnas Mikronesia kembali dibantai dalam pertandingan Pasific Games 2015, kali ini oleh Vanuatu dengan kekalahan 0-46. Pertandingan pada Selasa (7/7) ini juga sebagai penutup perjalanan suram timnas muda berumur belasan tahun ini.

Pertandingan yang sekaligus merupakan babak kualifikasi Olimpiade 2016 ini juga merupakan rekor kekalahan terbesar baru dalam dunia sepak bola dari rekor sebelumnya saat kalah melawan Fiji dengan skor 0-38 dan Tahiti dengan skor 0-30. Sebab dalam dua menit tercipta satu gol.

Ini juga berarti dalam tiga laga grup pada pesta olah raga multievent ini Federasi Negara Mikronesia sudah kemasukkan 114 gol tanpa mampu memasukkan satu pun gol dalam tiga pertandingan itu.

Pada babak pertama laga yang berlangsung di Kompleks Sir Hubert Murray Stadium, Port Moresby ini Vanuatu sudah menggasak Mikronesia 24-0. Striker Vanuatu Jean Kaltack mencetak 16 goal sehingga langsung menjadi pencetak gol terbanyak.

Namun jumlah gol ini tidak masuk catatan FIFA karena Mikronesia bukan anggota FIFA, selain juga ini adalah turnamen di bawah usia 23 tahun. Versi FIFA sendiri mencatat rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan adalah 31-0 saat Australia mengalahkan Samoa Amerika pada 2001.

Setelah dibantai 46 gol oleh Vanuatu, Mikronesia meminta FIFA membantu mereka memajukan sepak bola negara di Pasifik itu. Pelatih Mikronesia asal Australia, Stan Foster mengaku timnya ini merupakan anak muda yang baru belajar dalam olahraga dunia itu.

"Mereka anak-anak muda, bukan orang pemain profesional. Saya berharap mayoritas anak muda ini akan ikut bermain bola sekurangnya untuk paling tidak selama delapan tahun," ujar Foster.

Dia mendesak FIFA mengakui sepak bola negara ini dan memasukkannya ke daftar peringkat dunia FIFA yang disebutnya bakal menjadi pintu bagi bantuan teknis.

"Saya berharap FIFA akan menjadikan Mikronesia sebagai anggota, dengan pekan depan untuk inspeksinya dan mengharapkan mengafiliasikan kami dengan Asia," kata Foster.

"Andai mereka melakukan itu, maka akan mengantarkan kami kepada bantuan teknis dan apa pun setelah itu. Itu akan menjadi dorongan besar."

Pada babak pertama Vanuatu yang berperingkat 200 dunia sudah unggul 24-0, namun negara ini tidak berhenti mencetak gol pada babak kedua dalam laga itu.

Ia juga menyatakan timnya ini tetap dipastikan akan tetap bisa berlaga pada empat tahun mendatang untuk Pacific Games berikutnya.

"Itu sangat menghibur saya karena saya sungguh khawatir penyelenggara akan menendang kami dari turnamen ini akibat skor sebanyak itu. Saya sudah dijamin bahwa kami boleh kembali dan mereka menyadari bahwa ini adalah skuad perkembangan," kata Foster. [PNGFacts]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :