Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 4 July 2015

Upacara Pembukaan Pasific Games XV 2015 di Port Moresby

PORT MORESBY - Ribuan atlet dari 24 negara di penjuru Pasifik mengikuti upacara pembukaan Pacific Games ke 15 tahun 2015 yang telah dimulai di ibukota negara Papua Niugini, Port Moresby.

Pembukaan yang dilaksanakan Sabtu (4/7) petang di Sir Hubert Murray Stadium itu berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan warga Papua Niugini yang berdatangan dari penjuru negeri.

Duke of York Inggris, Pangeran Andrew saat membuka upacara Pasific Games ini menyatakan sukacitanya dalam membuka pesta olahraga negara-negara Pasifik ini.

"Saya berharap semua orang dalam dua minggu ini sukses dalam berolahraga, Selamat untuk semua pertandingan dan Selamat datang di Port Moresby," kata pangeran yang ditemani oleh Ketua Panitia Komite Pasifik Games 2015, Emma Waiwai; Presiden Dewan Pasifik Games, Vidhya Lakhan dan Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill.

Selanjutnya obor Pasifik Games yang dipegang Pangeran Andrew diberikan kepada atlit legendaris dari PNG, Dika Toua, yang kemudian membawanya menuju obor raksasa Pacific Games 2015. Pembakaran obor diwarnai dengan hujan lampu warna-warni dan musik tradisional dari suku-suku di Papua Niugini

Upacara itu sendiri akan dihiasi dengan tari-tarian budaya di Papua Niugini yang memiliki keaneka ragaman budaya dan tarian, mulai dari Suku Motuan di wilayah teluk dengan 12 perahu adatnya yang mengitari lapangan acara.

Dilanjutkan dengan sing-sing dari suku-suku di dataran tinggi, tarian dari warga Morobe di pesisir utara dan masyarakat New Ireland dengan pakaian-pakaian adat yang unik.

Selanjutnya akan diwarnai dengan tarian yang mewakili 24 negara peserta, serta alunan musik dan nyanyian dari berbagai pemusik pasifik yang terkenal dan terkemuka hingga ke Eropa dan Amerika.

Setelah itu acara dimeriahkan dengan tampila bendera PNG raksasa dan belasan anak yang menyanyikan lagu kebangsaan serta membacakan deklarasi kemerdekaan Papua Niugini dari Australia yang ke 40 tahun.

Menurut Pengarah Artistik Upacara pembukaan, Airleke Ingram, tema ukiran dari upacara kali ini terkait dengan budaya suku Hiri dan suku Motuan sebagai tuan pada Wilayah Teluk.  Ia mengatakan ini merupakan perayaan sejarah melalui budaya Papua Niugini yang kaya serta memiliki cara pandang yang maju.

"Ini adalah bagian yang benar-benar penting dari budaya kita. Ada banyak lagu, tarian dan tato adat yang ditampilkan," katanya sebelum perayaan berlangsung.

Dikatakan berbagai ornamen dasar dari suku motuan dengan kapal layar dan empat tiang besar penyangga melambangkan penyatu suku-suku di negara tersebut.

"Hal-hal ini membuat budaya kami semakin jaya, Sebab kami memiliki jiwa penuh dengan kemurahan dan kerendahan hati penuh kebersamaan dalam tanah yang penuh kekayaan ini," kata Ingram yang seorang juga produser musik, drummer tradisional dan perkusi terkenal yang berasal dari Gaba Gaba.

Produser eksekutif acara pembukaan Merryn Hughes mengatakan, upacara ini dianggap sebagai sebuah perayaan budaya terbesar yang pernah dilakukan di Papua Nugini.

"Ada sekitar 800-900 bernyanyi-nyanyi artis," kata Ms Hughes dengan menjelaskan bahwa, ada sekitar 3,000 penyanyi dan  300 penari yang telah berlatih keras untuk upacara ini

Sekitarn 3000 atlet dari 24 negara akan menghadiri dan memeriahkan pesta olahraga ini dengan lokasi di Port Moresby, Ibukota negara Papua Niugini.

Ke 24 negara itu adalah; Australia, Fiji, Federasi Micronesia, Kiribati, Guam, Kaledonia Baru, Kepulauan Cook, Kepulauan Mariana Utara, Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon, Nauru, Niue, Palau, Papua Niugini, Pulau Norfolk, Samoa, Samoa Amerika, Selandia Baru, Tahiti, Tokelau, Tonga, Tuvalu, Vanuatu dan Wallis Futuna.

Para atlet yang mengikuti pertandinga mulai tanggal 4 hingga 18 Juli nanti akan ikut dalam 28 iven olahraga yang terpusat pada Games Village di Sir Hubert Murray Stadium, Port Moresby.

Ke 28 iven olahraga itu diantaranya, Angkat Beban, Athletik, Bolabasket, Bolakaki, Bolavoli, Bola Voli Pantai, Bolanet, Binaraga, Golf, Hoki Lapangan, Kano, Kriket, Karate, Lawn bowls, Layar, Menembak, Power Lifting, Renang, Rugby Sembilan, Rugby Tujuh, Softbal, Squash, Tenis Meja, Taekwondo , Tennis, Tinju, Touch Rugby dan Triathlon

Tujuan didirikan pesta olahraga ini untuk menciptakan ikatan persahabatan keluarga dan persaudaraan antara orang-orang dari negara-negara Pasifik melalui pertukaran olahraga tanpa perbedaan ras, agama atau politik. Pasifik Games hadir untuk memberikan promosi yang efisien dan pengembangan olahraga di antara rakyat dan bangsa di Pasifik. [ABC/PNGFacts/Papuanesia]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :