Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 18 August 2015

Presiden Joko Widodo Minta Tidak ada Spekulasi Liar Terkait Kecelakaan Trigana Air

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap jangan ada spekulasi liar yang disebarluaskan oknum tidak bertanggung jawab dalam kaitannya dengan kecelakaan pesawat Trigana Air jenis ATR 42 dengan nomor penerbangan IL 257 PK YRN ‎di kaki Gunung Tangok, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Saya berharap tidak ada spekulasi apa pun yang disebarluaskan kecuali dari otoritas yang kita tunjuk untuk menghindari kesimpangsiuran informasi tentang penyebab kecelakaan," ujar Jokowi setelah upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

Presiden juga meminta agar publik bersabar dan memberikan kesempatan kepada KNKT untuk bekerja mencari penyebab kecelakaan.

Jokowi mengaku mendapatkan laporan dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tadi malam bahwa pada pukul 14.55 waktu setempat pesawat Trigana Air ATR 42 hilang kontak dalam perjalanan dari Jayapura ke Oksibil.

"Dan sampai saat ini laporan terakhir yang saya terima, saya selalu mengikuti proses yang ada," kata Jokowi.

Ia menambahkan, saat ini tim evakuasi gabungan antara Basarnas, BPPT, kemudian TNI/Polri bahkan siang tadi sudah menuju titik yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya pesawat Trigana Air.

"Baru saja saya dapat laporan bahwa tim evakuasi darat sebetulnya sudah mendekati titik yang diperkirakan, kurang lebih 4 kilometer, tapi karena hari telah malam dan juga karena cuaca akan dilanjutkan besok pagi," kata dia.

Ia juga telah meminta Jonan terus memperbaiki tingkat keselamatan dan kualitas penerbangan di Tanah Air.

"Sekali lagi saya berduka cita, berduka atas musibah kecelakaan ini. Kita berdoa yang terbaik atas kru dan penumpang," pungkas Jokowi.

Sudah Ditemukan

Tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi puing pesawat naas tersebut. Penemuan dibuktikan melalui bukti foto udara salah satu puing pesawat yang berhasil diabadikan Tim SAR gabungan. ‎

Presiden Joko Widodo atau Jokowi ‎mengaku telah menerima laporan tersebut, saat ini kata Jokowi, tim SAR tengah melakukan perjalanan melalui jalur darat menuju ke titik lokasi jatuhnya pesawat.

"Laporan terakhir yang saya terima, tim evakuasi gabungan antara Basarnas, BPPT dan TNI maupun Polri tadi siang sudah menuju pada titik yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnya pesawat Trigana Air," ujar Jokowi.

‎Namun demikian, lanjut Jokowi, karena buruknya cuaca, pencarian tersebut ditunda hingga Selasa pagi besok.

"‎‎Tim evakuasi darat sebetulnya sudah dekati titik yang diperkirakan jatuhnya pesawat itu, karena posisi tim tidak lebih dari 4 kilo dari titik itu, tapi karena hari telah malam dan faktor cuaca, maka (pencarian) akan dilanjutkan besok pagi," kata Presiden. ‎

Jokowi berharap, besok pagi pencarian dapat segera dilakukan dan kondisi cuaca dalam keadaan cerah. ‎"Kita harapkan besok sudah akan lebih siap lagi, untuk mendekat dan kita harap besok sampai TKP karena sudah dipersiapkan helipad dekat lokasi," ucap dia.  [Liputan6]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :