Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 14 September 2015

Gerakan Papua Optimis (Gerimis) Tagih Janji Rp 50 Miliar dari Presiden Joko Widodo

JAYAPURA - Sejumlah masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Papua Optimis (Gerimis) menagih janji dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait penyelesaian pembangunan pasar modern di Rufei, Sorong, Papua Barat, saat orang nomor satu RI tersebut berkunjung di Sorong pada 28 Desember 2014  lalu.

Presiden berjanji memberikan dana tambahan untuk pembangunan pasar tersebut senilai Rp.50 miliar yang nantinya secara teknis akan diprogramkan kementrian terkait. Ketua Gerimis, Jimmy Demianus Ijie mengatakan, sejak janji Jokowi hingga kini sudah lebih dari 9 bulan, belum ada bukti nyata untuk penambahan dana tersebut.

Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau untuk menanyakan penambahan dana memang belum cair. Namun, belum ada titik terang soal dana untuk pembangunan pasar tersebut.

“Saat kunjungan Presiden ke Sorong. Staf khususnya, Lenis Kogoya berjanji lagi untuk menambah Rp.50 miliar. Pertanyaannya, ini uang dari mana?. Rp 50 miliar saja, Presiden harus menyampaikan kepada kementrian teknis untuk diprogramkan. Presiden bukan sinterklas yang datang membagi-bagikan uang, sebab anggaran ini harus terkelola dan terprogram secara benar,” kata Ijie, Sabtu (5/9).

Dirinya khawatir, soal janji dari staf khusus presiden tersebut. Justru, menurutnya, akan menjustifikasi bahwa hanya dirinya yang sanggup meyakinkan presiden. Intinya, lanjutnya, sebelum berikan janji kepada rakyat Papua, hendaknya dipikir matang-matang.

“Saya pikir  hati-hatilah berbicara. Sebab bagi masyarakat Papua, janji adalah utang, yang akan ditagih sepanjang masa,” ujarnya.

Pihaknya menilai bahawa staf khusus Presiden, Lenis Kogoya seharusnya berikan jawaban yang bijak, misalnya akan kembali dan berkomunikasi dengan Presiden tentang janjinya. “Jangan malah menggaransikan ada tambahan Rp 50 miliar,” kata Ijie yang juga sebagai deklarator nasional pertama untuk mengusung pasangan Jokowi-Kalla saat kampanye terdahulu.

Diketahui, kunjungan Presiden RI ke-7, Joko Widodo ke Kota Sorong beberapa waktu lalu, bukan hanya menjanjikan Rp 50 miliar untuk merampungkan pembangunan pasar modern Rufei. Jokowi juga berjanji memberikan dukungan peningkatan pembangunan pasar sentral Remu Sorong, yang selama ini menjadi pusat perekonomian daerah. [CendanaNews]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :