Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 30 October 2015

Guru di SD YPPK St Bonaventura Kekwa Harapkan Pemda Bangun Rumah Layak Huni

TIMIKA (MIMIKA) - Sejumlah guru yang bertugas di SD YPPK St Bonaventura Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, mengharapkan pemkab setempat membangun perumahan layak huni untuk mereka.

Kepala Sekolah SD YPPK St Bonaventura Keakwa Marsel Tomo kepada Antara di Timika, Kamis, mengatakan, kini beberapa unit perumahan guru yang dibangun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika tahun anggaran 2007 hingga 2010 sudah tidak layak ditempati.

Rumah-rumah yang dibangun dengan konstruksi papan itu, katanya, sudah keropos dan nyaris ambruk. Meski baru dibangun beberapa tahun lalu, namun perumahan guru di Kampung Keakwa itu tidak bertahan lama lantaran pekerjaan terkesan asal jadi.

"Sebetulnya rumah-rumah guru di Keakwa sudah tidak layak huni. Tapi guru-guru tetap menempatinya karena tidak ada pilihan lain," kata Marsel.

Adapun fasilitas gedung sekolah sudah cukup memadai. SD YPPK St Bonaventura Keakwa kini memiliki gedung sekolah baru dengan fasilitas lengkap yang dibangun oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).

Gedung sekolah baru tersebut terdiri atas enam ruang belajar, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah dan kamar mandi/wc lengkap dengan fasilitas pendukungnya.

"Gedung baru sudah kami gunakan sejak Mei bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional. Kami berterima kasih atas perhatian dari LPMAK. Keberadaan gedung sekolah yang baru memang sangat diharapkan, apalagi gedung sekolah yang lama sudah rusak," kata Marsel.

Sekolah tersebut kini mendidik 144 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak enam orang.

Marsel mengeluhkan tingginya mobilitas penduduk Keakwa sehingga berpengaruh pada pendidikan anak-anak Suku Kamoro di wilayah itu.

Sebagian penduduk setempat, katanya, juga bekerja sampingan sebagai buruh atau tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur.

"Sering anak-anak ikut orang tua mereka berangkat ke Paumako selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun karena orang tua mereka bekerja sebagai TKBM di Pelabuhan Paumako," ujarnya.

"Selama di Paumako mereka tidak pernah sekolah. Nanti setelah kembali ke Keakwa mereka masuk sekolah kembali sehingga sangat tertinggal dalam hal pelajaran," tambah Marsel yang sudah bertahun-tahun mengabdi sebagai guru Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans Keuskupan Timika. [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :