Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 14 October 2015

Hinsa Siburian Klaim Goliat Tabuni Beralih Menjadi Pengusaha Kayu

KOTA JAYAPURA - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian, mengatakan, Goliat Tabuni yang mengklaim diri sebagai panglima TPN/OPM di wilayah Puncak Jaya, kini telah sedang merintis profesi baru sebagai pengusaha kayu.

"Berdasarkan keterangan Bupati Puncak Jaya, Henok Ibo, terungkap bahwa Goliat Tabuni menawarkan sejumlah kayu olahan untuk dijual," kata Siburian, lewat telepon selular ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Minggu.

Siburian mengemukakan, Ibo telah menyumbangkan mesin pemotong kayu dan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin kepada Tabuni.

"Bupati Henok Ibo mengaku hal itu adalah sesuatu yang dibuat pihaknya dan dipersembahkan kepada negara dan juga ulang tahun ke-19 Kabupaten Puncak Jaya," kata Siburian.

"Bupati katakan, setiap hari mereka berdoa untuk Goliat Tabuni, agar Tuhan membalikkan pikiran dia. Karena kekuatan persenjataan apapun tidak bisa buat dia sadar. Semua pendeta juga ikut berdoa," kata Siburian mencoba menirukan pernyataan Ibo, di hadapan wartawan.

Ibo juga, kata Siburian, menyampaikan, pemerintah setempat akan membantu Tabuni agar benar-benar menjadi pengusaha sukses agar bisa membangun daerahnya dan mensejahterahkan keluarga dan sanak familinya.

"Jika seorang Goliat Tabuni meminta bensin, negara tidak akan merasa rugi. Pemerintah kabupaten Puncak Jaya juga telah membangun sekolah dan puskesmas pembantu (pustu) di Tingginambut yang dekat dengan markas Goliat Tabuni di Bukit Lima Jari," katanya.

Kata Siburian, Ibo sengaja mendirikan sekolah dan pustu di Tingginambu agar Tabuni dan keluarga besarnya bisa merasakan pembangunan, karena tidak mungkin pihak lain yang akan melakukannya kalau bukan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya.

Pada suatu kesempatan, Tabuni pernah menawari Ibo membeli kayu hasil olahannya, namun bupati yang berasal Sentani, Kabupaten Jayapura, itu menjawab agar kayu itu lebih baik dijual kepada kontraktor yang sangat memerlukan.

Siburian ada di Mulia sejak Sabtu pagi (10/10) itu untuk berkunjung ke Distrik Ilu, lalu ke Distrik Kalome, dan hari ini ke Distrik Tingginambut.

Dia menyatakan, dari penjelasan Ibo, "Untuk mengambil hati Goliat Tabuni memerlukan ilmu khusus, yakni pendekatan dengan kasih dan diberlakukan sama dengan warga lain Puncak Jaya," katanya.

Satu yang direncanakan untuk ditempuh adalah membangun jalan sejauh 15 kilometer menuju markas Tabuni di Bukit Lima Jari.

"Dia juga sudah meminta untuk wilayahnya dibangun jalan. Goliat sudah menyetujuinya untuk kita bangun jalan. Namun Goliat sempat merasa khawatir jika tentara yang masuk, tapi Bupati Henok Ibo yakinkan hal itu tidak demikian," kata Siburian.

"Bupati Henok Ibo juga mengakui bahwa mengubah pola pikiran Goliat tidaklah mudah, tetapi kita harus meyakinkan pembangunan jalan akan dilakukan secepatnya," tambah Siburian.

Goliath Tabuni adalah panglima tertinggi TPN/OPM wilayah Puncak Jaya dan sekitarnya.

Dia memiliki pengikut cukup banyak dan tenar di kalangan masyarakat setempat. Pada waktu-waktu lalu, dia kerap beraksi merugikan keamanan setempat dan melawan hukum.

Di antaranya menembak anggota TNI dan polisi setempat pun tenaga medis dan PMI, membunuh tukang ojek dan guru, juga pembakaran sekolah di Tingginambut, serta pembakaran alat berat milik perusahaan mitra pemerintah Puncak Jaya.. [Antaera]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :