Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 29 October 2015

Joko Widodo Ingin Google Laksanakan Project Loon di Papua

WASHINGTON (AS) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Amerika Serikat turut menyambangi perusahaan teknologi lainnya, salah satunya adalah Google. Setelah sebelumnya mengunjungi Apple dan bertemu dengan CEO Tim Cook,

Tak seperti di Apple, belum diketahui apakah Jokowi akan bertemu dengan petinggi Google seperti CEO Sundar Pichai atau pejabat Alphabet--induk perusahaan Google, Larry Page, Eric Schmidt dan Sergey Bin.

Namun seperti diungkapkan oleh Menpolhukam Luhut Panjaitan, bahwa pertemuan Jokowi dengan pihak Google salah satu agenda yang dibahas adalah mendiskusikan akses internet nirkabel ke Papua.

"Salah satu yang diminta oleh Jokowi adalah meminta balon pintar internet Google bisa sampai ke daerah sana," ujar Luhut seperti dikutip Reuters, Jumat (16/10).

Balon pintar yang mampu menyambungkan akses internet buatan Google ini dinamai Project Loon. Di Australia, Google telah melakukan ujicoba dengan merangkul operator telekomunikasi setempat, Telstra.

Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.

Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya.
Balon internet Google saat akan diterbangkan.

Balon udara yang dikembangkan Google ini masih dalam tahap pengembangan dari laboratorium Google X. Ia telah menjalankan uji coba terbang di Amerika Serikat dan Selandia Baru dalam dua tahun terakhir.

Selama melakukan uji coba sempat terjadi kecelakaan dalam uji terbang. Di Amerika Serikat, balon udara ini terbang rendah dan menghancurkan jaringan listrik dan mengganggu pasokan listrik untuk beberapa rumah di sekitar Washington.

Di Selandia Baru, balon mendarat di laut dan diidentifikasi sebagai pesawat jatuh yang memicu petugas untuk melakukan evakuasi darurat, padahal di sana tidak terdapat manusia.

Pihak Google berkata agak sulit mengendalikan balon udara agar tetap stabil di satu titik karena diterpa hembusan angin yang kencang di Selandia Baru.

Joko Widodo sendiri akan melakukan kunjungan kerja lima hari ke San Francisco dan Washington DC, Amerika Serikat mulai 25 Oktober 2015. Dia juga diketahui akan bertemu dan makan malam bersama Cook.

Apple diketahui sangat ingin menanamkan investasi di timah di Bangka-Belitung. Luhut bilang Apple berambisi mengambil timah untuk salah satu bahan di iPhone dan produk lainnya, langsung dari sumbernya. [CNN]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :