Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 16 October 2015

Kabupaten Muara Digoel dan Kabupaten Admi Krobay Siap Dimekarkan

KEPI (MAPPI) - Perjuangan panjang untuk memperoleh daerah otonom baru (DOB) di Kabupaten Mappi yakni atas Kabupaten Muara Digul dan Kabupaten Admi Korbai kian mendekati kenyataan. Pasalnya, Jumat (9/10) dengan mencarter dua pesawat maskapai Susi Air, Tim Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang dipimpin Drs.H.Akhmad Muquwam bersama rombongan tiba di Kota Bade dan Senggo. Dengan disambut ribuan masyarakat di kedua kota itu, maka tim DPD RI menyaksikan langsung kondisi wilayah itu terkait usulan pembentukan daerah otonom baru.

Di Bade tepatnya di titik poros lokasi Kantor Bupati Kabupaten Muara Digul, Bupati Kabupaten Mappi Stefanus Kaisma,S.Sos mengawali tatap muka dengan ribuan masyarakat menegaskan bahwa permekaran wilayah di Mappi yakni untuk Kabupaten Muara Digul dan Kabupaten Admi Korbai sudah harga mati.

Sehingga sebagai pemerintah induk, pihaknya tetap medukung perjuangan pemekaran ini dan berharap agar tim DPD RI yang sudah menginjakkan kaki di Bade dan Senggo dapat benar-benar memperjuangkan hal ini dalam waktu dekat untuk ditetapkan.

“Sebagai bupati, saya tegaskan pemekaran kedua wilayah ini harga mati dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Hari ini, kami minta kepada Tim DPD RI ketika di Jakarta, tolong perjuangkan apa yang sudah bapak-bapak datang dan lihat. Jadi tidak ada kata lain, pemekaran harus terjadi,”ujar Bupati Stefanus disambut tepukkan riuh warga.

Sementara itu Ketua Tim Komite I DPD RI Drs.H.Akhmad Muqowam setelah memperkenalkan rombongan dari Jakarta, menegaskan pula bahwa kunjungan kerja (Kunker) Komite I DPD RI ke Papua semata-mata terkait pemekaran wilayah yang sudah diusulkan. Dan secara khusus tim DPD RI memutuskan untuk ke Kabupaten Mappi.

Hal ini dikarenakan ada dua usulan DOB dari Kabupaten Mappi sehingga patutlah tim DPD RI datang dan lihat langsung ke Bade dan Senggo.

Ternyata, apa yang diusulkan oleh tim eksistensi pemekaran dari Kabupaten Mappi benar-benar murni dari masyarakat. Terbukti ribuan masyarakat dari berbagai golongan usia menyambut kedatangan tim DPD RI dari Jakarta di sepanjang jalan sampai lokasi pertemuan. Jadi tim DPD RI pada kesimpulan yakni tidak ada kata untuk menolak atau menunda proses DOB untuk Kabupaten Muara Digul dan Kabupaten Admi Korbai.

“Kami sudah datang dan lihat apa yang menjadi kerinduan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. DPD RI tidak punya kuasa untuk menolak atau menunda hal ini. Sehingga kami siap kerja keras di Jakarta mewujudkan perjuangan ini. Apalagi kami baca ada spanduk 'tolong hapus air mata kami yang sudah lama ini' ada pula 'perjuangan kami sudah lama, mau sampai kapan lagi dan tolong kami bapak-bapak DPD RI, lihat jeritan kami'. Ini menegaskan apa yang diperjuangkan adalah murni dari masyarakat dan kami siap perjuangkan dalam waktu dekat, kita berharap tahun ini juga kedua wilayah inidapat ditetapkan,”ungkap Akhmad disambut tepukkan riuh warga.

Setelah istirahat sejenak, rombongan melanjutkan penerbangan menuju Kota Senggo. Ketika tiba, sama halnya ketika di Bade dimana ribuan masyarakat sudah menanti dan menyambut kedatangan tim DPD RI dan rombongan. Mengingat waktu yang sempit karena harus bermalam di Kota Kepi, maka pertemuan dilaksanakan di Bandara Senggo.

Kembali ditegaskan Bupati Mappi Stefanus Kaisma,S.Sos, bahwa pemekaran untuk kedua wilayah ini patut dilakukan untuk memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan dan pembangunan. Kesulitan yang dialami pemerintahannya, akibat luas medan di wilayahnya. Sehingga pemekaran adalah solusi tepat memperpendek rentang kendali.

Penyampaian yang sama pula diuraikan oleh Ketua Tim DPD RI, Akhmad Muqowam bahwa pemekaran patut perhatikan apabila sejalan dengan persyaratan-persyaratan yang dipenuhi. Sebab keputusan pemerintah sudah jelas dan tepat yakni persyaratan yang sudah dipenuhi waktu lalu tidak ditinggalkan. Tetapi diteruskan dan apabila ada persyaratan baru tinggal dilengkapi saja. Dan untuk Kabupaten Muara Digul dan Admi Korbai persyaratan-persyaratan administrasi dan teknis sudah dilengkapi.

Untuk itu, setelah menyaksikan kondisi kedua wilayah ini, maka Tim DPD RI segera mendesak tidak hanya DPR RI melalui Komisi II, namun pihak pemerintah melalui Dirjend Otda dan Kemendagri untuk segera duduk dan membahas penetapan undang-undang pemekaran Muara Digul dan Admi Korbai. Sebab begitu banyak pertimbangan terkait kedua wilayah ini, yang patut diprioritaskan untuk dimekarkan.

“Pemerintahan Presiden Jokowi sudah menegaskan untuk pembentukan DOB, pemerintah menunggu rekomendasi DPD sebagai keterwakilan dari daerah. Jadi kami komit pemekaran wajib dilakukan, tidak bisa tidak. Tinggal bapak bupati, sekda dan tim eksistensi dari Mappi untuk mengikuti atau komunikasi kita jalan terus,”ungkap Akhmad.

Setelah kurang lebih 1 jam di senggo, tim melanjutkan perjalanan ke Kepi dan nginap di ibukota sejuta rawa sebutan Mappi. Malam harinya dilakukan rapat dengar pendapat umum di Gedung Serba Guna Bawape Kepi dan pagi harinya rombongan DPD RI kembali ke Merauke dan selanjutnya ke Jakarta.

Adapun rombongan Komite I DPD RI yang melakukan Kunker ke Bade dan Senggo Drs.H.Akhmad Muqowam, Benny Rhamdani,Yanes Murib, Jacob Esau Komigi,SE,MM, Abdul Aziz Khafia,S.Si,M.Si,M.Ilham Nur Rizal,dan Wahyu Taufik. [Arafuranews]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :