Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 18 November 2015

Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Mimika Sangat Minim

TIMIKA (MIMIKA) – Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, James SJ Sembel menyatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Mimika masih sangat minim.

“Hingga akhir tahun 2015 ini saja tidak ada sama sekali kunjungan warga negara asing (WNA) dengan menggunakan pasport wisata ke Kabupaten Mimika. Kalau tahun lalu memang ada, tapi itu hanya satu orang saja dan itupun untuk pendakian Gunung Cartenz,” ujarnya kepada Salam Papua, Senin (16/11).

Ia katakan minimnya kunjungan wisman akibat tidak adanya upaya promosi pariwisata dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi diantaranya Dinas Pariwisata, Agensi Perjalanan dan lainnya guna memperkenalkan potensi wisata di kabupaten ini.

“Objek wisata yang menarik di Mimika masih sangat minim. Sedang sebenarnya banyak sekali tempat-tempat yang bisa dikelola sebagai objek wisata yang diharapkan mendapatkan keuntungan dari kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Potensi wisata seperti Puncak Cartenz Pyramid, Pulau Bidadari di Kekwa, Festival Suku Kamoro dan lainnya menurut James, seharusnya diperkenalkan kepada masyarakat luar terutama kepada turis-turis apalagi melihat penerbangan Timika yang memiliki jalur langsung dengan Denpasar, Jakarta dan Makassar.

“Seharusnya ini yang dilihat sebagai peluang besar, sebab kebanyakan yang datang kesini hanya untuk bekerja di perusahaan, sedangkan potensi wisata yang ada tidak diolah secara maksimal,” tukasnya. [SalamPapua]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :