Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 22 November 2015

Lukas Enembe Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi Kampanye Hitam Pilkada 2015

KOTA JAYAPURA – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe meminta kepada masyarakat Papua jangan terprovokasi dengan kampanye hitam yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab jelang pelaksanaan Pilkada serentak di 11 Kabupaten pada 9 Desember 2015 mendatang.

"Kampanye hitam dilakukan dengan menyebarkan selebaran mengatas namakan kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dan meminta semua masyarakat Pegunungan yang tinggal di wilayah Keerom mendukung salah satu pasangan calon di Kabupaten Keerom," kata Gubernur, Lukas Enembe di Jayapura, Jumat (20/11/2015).

Lukas Enembe yang juga pembina partai politik di Provinsi Papua menyayangkan isu kampanye hitam ini sengaja di ciptakan untuk saling memojokkan pasangan calon Bupati di Kabupaten Keerom.

Apalagi, lanjut Gubernur, dalam selebaran itu ada juga isu SARA yakni ingin memecah belah dua kelompok masyarakat yang selama ini sudah hidup berdampingan sekian lama Kabupaten yang berbatasan di RI –PNG ini. "Oleh karena itu kita harus segera mengambil langkah – langkah pencegahan, meminimalisir jangan sampai isu ini meluas," bebernya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Pdt. Robert Horik membenarkan adanya laporan dari Panwas Keerom terkait kampanye hitam yang tersebar di Kabupaten Keerom sepekan lalu.

"Memang benar kami telah mendapat laporan terkait hal itu, namun sejauh ini kami belum bisa menindaklanjuti karena baru menemukan satu alat bukti berupa selebaran itu," kata Robert Khorik.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi terkait beredarnya selebaran surat tersebut. Namun pihaknya meragukan terkait keabsahan suratnya dan sulit untuk dipertanggung jawabkan.

"Kita sedang selidiki siapa yang sebenarnya mencoba untuk menempel atau membuat gerakan seperti itu," kata Waterpauw.

Untuk itu, Polda Papua telah memerintahkan Kapolres Keerom dan jajaranya untuk menyelidiki kebenaran surat tersebut apakah memang sengaja dibuat oleh pihak yang punya kepentingan.

"Jadi motif kuat pasti terkait pilkada. Karena disanakan persaingan cukup ketat diantara para kandiadat.  Sehingga setiap pasangan mencoba untuk melakukan kampanye hitam menjatuhkan pasangan lain," bebernya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh tokoh masyarakat di Kabupaten Keerom jangan terpengaruh dengan isu seperti itu. "Sejauh ini situasi keamanan di Keerom cukup kondusif. Para  tokoh masyarakat, adat tidak terlalu banyak bereaksi terkait selebaran itu," ujarnya.[Wiyainews]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :