Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 4 February 2016

Dinkes Temui Empat Anak Bronkopneumonia di Mbua

KOTA JAYAPURA - Tim gabungan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua menemukan empat anak kekurangan gizi dan seorang anak dengan kasus bronkopneumonia di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

Koordinator tim pemulihan pertusis Mbua, Yamamoto Sasarari di Jayapura, Kamis, mengatakan, kasus empat anak kekurangan gizi dan seorang anak dengan kasus bronkopneumonia itu ditemukan oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Kementerian Kesehatan ketika turun dan menangani pemulihan penyakit pertusis di Distrik Mbua pada Kamis-Minggu (28-31/1).

"Untuk kasus malnutrisi atau kekurangan gizi itu ada kami dijumpai ada sebanyak empat orang anak," katanya.

Menurut dia, keempat anak yang kekurangan gizi ini ditemukan di Distrik Mbua.

Sementara seorang anak yang terkena bronkopneumonia itu adalah kasus lama yang mungkin pada saat ini dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua proses perawatan.

"Tetapi kita ketahui bersama bahwa masyarakat atau orang tua yang ada di sana yang merawat anak itu fokusnya kepada pekerjaan di ladang sehingga mungkin lupa memberikan obat kepada anak itu minum sehingga terputus di dalam pemberian obat," ujarnya.

"Ketika kemarin kami sampai di sana, masih kami jumpai adanya pasien bronkopneumonia yang putus minum obat dan ini sangat berbahaya sebenarnya," katanya.

Tetapi waktu itu, kata dia, tim sudah mencoba untuk memberikan obat, baik obat minum maupun obat suntikan.

"Kami juga sudah mencoba berkomunikasi dengan kawan-kawan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga untuk mengirim tenaga yang bisa siaga," ujarnya.

Menurut informasi yang baru diperoleh, tambah dia, pada Minggu lalu sudah ada petugas kesehatan yang bertugas di Distrik Mbua.

Distrik Mbua berstatus kejadian luar biasa (KLB) penyakit pertusis atau batuk rejan pada Oktober 2015. (Antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :