Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 28 March 2016

Paroki Sempan Minta Umat Katolik Peduli Orang Miskin

TIMIKA (MIMIKA) - Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Timika Gabriel Ngga OFM mengajak umat Katolik di wilayah itu agar lebih memiliki kepedulian kepada orang-orang miskin dan warga yang berkekurangan.

“Kita mesti mewujudkan semangat untuk rela membagi kelebihan kita kepada sesama secara khusus bagi orang-orang miskin yang sangat membutuhkan uluran tangan kita,” kata Pastor Gabriel di Timika, Jumat.

Pastor Gabriel mengingatkan umat Katolik di Timika agar mempraktikan ajaran Yesus Kristus tentang cinta kasih sebagai identitas umat kristiani dalam kehidupan nyata setiap hari baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ajaran cinta kasih itu, katanya, bukan sekedar sebuah slogan tapi membutuhkan pengorbanan untuk melaksanakannya.”Sebagaimana Yesus telah membagi-bagikan dirinya kepada murid-muridnya agar mereka hidup maka kita sebagai pengikutnya juga harus rela membagi-bagikan apa yang kita miliki agar orang lain juga bisa menikmati kehidupan,” ujarnya.

Secara khusus Pastor Gabriel menyoroti praktik hidup warga Timika yang beragam latar belakang suku, namun sering terjadi gesekan, konflik bahkan pembunuhan. Kondisi itu, katanya, tidak sesuai dengan ajaran cinta kasih yang diwartakan oleh Yesus.”Kalau kita mampu melaksanakan ajaran cinta kasih, sudah pasti dunia ini akan aman tanpa ada konflik dan peperangan,” ujarnya.

Ribuan umat Katolik memadati gereja-gereja di Timika untuk mengikuti Misa Kamis Putih pada Kamis (24/3) malam.Perayaan Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Tiga Raja Timika berlangsung dua kali yaitu pada pukul 17.00 WIT dan pukul 20.00 WIT.

Sementara di Gereja Santo Stefanus Sempan, perayaan Misa Kamis Putih yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIT dihadiri ribuan umat. Sebagian besar umat mengikuti perayaan Misa Kamis Putih dari luar gedung gereja.

Pada Jumat pagi, gereja-gereja Kristen Protestan di Kota Timika akan menggelar ibadah mengenang kisah sengsara dan wafatnya Yesus Kristus (Isa Almasih). Adapun perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik dimulai dengan ibadah Jalan Salib dan akan dilanjutkan dengan perayaan mengenang kisah sengsara dan wafatnya Yesus Kristus yang dimulai pada pukul 15.00 WIT.(antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :