Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 28 March 2016

TNI AD Bangun Jalan 276 KM dari Wamena ke Mumugu

JAKARTA - Sesuai dengan visi dan misi dalam Nawacitanya “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”, Presiden RI Joko Widodo bergerak cepat dengan mempercayakan mandatnya kepada TNI untuk melaksanakan pembangunan jalan di Provinsi Papua.
 
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Czi Berlin mengatakan berdasarkan instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah memerintahkan TNI AD dan secara khusus jajaran Zeni TNI AD untuk membangun jalan dari Wamena menuju Mumugu, Provinsi Papua, sepanjang 278,6 Km, dan telah mulai dikerjakan sejak Januari 2016.
 
“Data dari Kodam XVII/Cenderawasih, jalan sepanjang 278,6 Km ini melewati daerah hutan, rawa dan sungai. Ruas jalan ini melalui 40 sungai. Sebanyak 32 sungai belum ada jembatan dan 8 lainnya mempunyai jembatan sementara dari kayu, TNI AD juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan PT Wijaya Karya,” kata Kolonel Czi Berlin lewat keterangan persnya, Jumat (25/3).

Selain pembangunan jalan, direncanakan turut dibangun dua dermaga di Mumugu dan Batas Batu yang nantinya kapal bisa masuk sampai 300 ton ke Mumugu dan di Batas Batu bisa masuk kapal sebesar 150 ton.

Dengan akses yang terbuka, maka diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Papua. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa membuka akses Wamena, Mbua, Paro, Batas Batu dan Mumugu menuju pantai selatan Papua.
 
"Untuk tahap pertama, akan dikerjakan sepanjang 23 kilometer dan bila jalan tersebut selesai dibangun maka ruas jalan Wamena-Mamugu akan terhubung, dan di Mamugu akan dibangun pelabuhan baru untuk meningkatkan ekonomi selatan Papua,” ujar Berlin.
 
Zeni Angkatan Darat menaruh atensi khusus pada pekerjaan pembuatan jalan Wamena-Mamugu  yang merupakan prioritas utama kegiatan di tahun 2016. Desain konstruksi jalan yang akan dibuka direncanakan lebar total adalah 11 meter, badan jalan 6 meter, bahu jalan 3 meter (1,5 meter kanan dan kiri) dan drainase 2 meter (1 meter kanan dan kiri).

Dalam struktur organisasi kegiatan, Kepala kegiatan pembangunan ruas jalan Wamena-Mamugu ini adalah Dirziad Brigjen TNI Irwan dan Penanggung Jawab Operasional langsung dibawah pimpinan Kasad Jenderal TNI Mulyono.
 
Total kekuatan yang dikerahkan jajaran Zeni Angkatan Darat sejumlah 394 orang personel dengan komposisi POP-1 meliputi Denzipur-10 dan Denzipur-12, mengerjakan ruas jalan Wamena-Habema dan Habema-Mbua. POP-2 yaitu Yonzipur-18, mengerjakan ruas jalan Mbua-Mugi dan Mugi-Paro, sedangkan POP-3 dari Yonzikon-14 mengerjakan ruas jalan Paro-Kenyam dan Kenyam-Mamugu, dengan kekuatan tiap POP berjumlah 107 personel.

Sementara itu, alat berat yang dibutuhkan dalam pembuatan ruas jalan ini terdiri dari Exavator, Dozer, Grader, Dump Truck, Tandem Roller, Tyred Roller, Vibro dan Tangki Air dengan kebutuhan pembukaan jalan berjumlah 78 unit dan pengaspalan jalan berjumlah 60 unit alat berat.
 
Rencana awal total jalan Trans Papua yang akan dibangun sepanjang 4.325 Km, saat ini yang belum tersambung tersisa 658 Km, dan sesuai instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bahwa pada 2018 jalan tersebut sudah harus tersambung.

Pembangunan jalan Trans Papua ini dikebut seiring kian mendesaknya kebutuhan Jalan Nasional di pulau berbentuk kepala burung tersebut, karena saat ini warga terutama yang bermukim di pedalaman Papua tidak mempunyai akses jalan dan hanya mengandalkan transportasi angkutan udara yang tak semua kalangan bisa menjangkaunya.
 
“Untuk menuntaskan sisa ruas jalan yang masih terputus sepanjang 658 Km tersebut selama tahun 2015, telah dilakukan pembukaan jalan sepanjang 169 Km. Dan pada tahun 2016, direncanakan dibuka sepanjang 278 Km. Diharapkan, pada tahun 2018 seluruh ruas jalan yang masih terputus sudah tersambung dan bisa difungsikan,” ungkap Kolonel Czi Berlin. (cnn)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :