Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 29 May 2016

Masyarakat Adat dan Mahasiswa Merauke Bakar Bendera KNPB dan Bintang Kejora

MERAUKE - Setelah Beberapa Waktu yang lalu Masyarakat Adat Wamena, Pegunungan Tengah dan di Jayapura melakasanakan pembakaran Bendera KNPB dan Bendera Bintang Kejora, saat ini kembali dilakukan aksi pembakaran oleh masyarakat adat di Merauke.

Bertempat di Tugu Pepera Jl. Raya Mandala, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Puluhan masyarakat yang mengatas namakan dirinya dengan Masyarakat Anti Organisasi KNPB, melakukan Demo penolakan terhadap organisasi KNPB di wilayah Kabupaten Merauke dengan membakar bendera Bintang Kejora serta lambang KNPB, (28/05).

Kegiatan yang dimotori oleh Darius Gebze selaku Tokoh Masyarakat Marind bersama puluhan warga masyarakat kab.Merauke yang tergabung bersama para mahasiswa Kab. Merauke, menyatakan sikap penolakan terhadap Organisasi KNPB yang selama ini dianggap hanya membohongi Masyarakat Papua.

Selain itu massa juga menyampaikan penolakannya dengan membuat tulisan-tulisan yang berupa spanduk yang bertuliskan “Bubarkan KNPB Ko Hanya Pemecah Persatuan Saja Pembodohan Generasi Papua” dan beberapa spanduk lainnya yang bertuliskan “Bukannya Membangun Papua Ko Hanya Ajari Kami Merusak Tanah Papua” serta penolakan dari mahasiswa yang bertulis “Mahasiswa Hanya Ingin Belajar Jangan Bawa-bawa Nama Kami Untuk Kepentingan KNPB”.

Selanjutnya massa melanjutkan aksinya dengan membaca pernyataan sikap yang dibacakan oleh Sdr. Carlos Kambat (Mahasiswa universitas Musamus) yang berisi :

1.     Mendesak aparat Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas kepada Kelompok-kelompok kecil seperti KNPB, PRD, dan ULMWP serta memproses hukum orang-orang yang menggunakan symbol-symbol yang dilarang negara sesuai dengan PP No 77 tahun 2007.

2.     Meminta kepada aparat TNI/Polri untuk menjaga dan melindungi masyarakat Papua lainnya dari aksi-aksi anarkis kegiatan unjuk rasa.

3.     Meminta untuk menghentikan pembohongan publik yang mengatasnamakan rakyat Papua yang dilakukan oleh kelompok ULMWP, karena mereka adalah NGO Asing yang berjuang untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu bukan sebagai representasi rakyat Papua.

4.     Bahwa kelompok KNPB selalu membuat masalah di tanah Papua kami rakyat Papua tidak ingin terlibat dalam isu kebohongan dan terjebak dalam kelompok tersebut, KNPB adalah teror bagi kemajuan masyarakat Papua.

5.     Masyarakat Papua agar tidak terprovokasi dengan isu-isu kemerdekaan Papua yang disampaikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sebab sampai saat ini Papua tetap berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

6.     Masyarakat menolak adanya kelompok-kelompok seperti kelompok KNPB yang selama ini sudah meresahkan masyarakat, yang kami ingin adalah ketenangan dan kedamaian serta pembangunan sampai ke kampong-kampung.

7.     Masyarakat Papua menolak dan akan melawan upaya apapun yang mengancam kedaulatan NKRI.

8.     Kami rakyat Papua mendukung tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat TNI/Polri terhadap aksi-aksi anarkis yang sebar kebencian yang dilakukan oleh pihak manapun.

Setelah membaca pernyataan sikap massa kemudian membakar Bendera Bintang Kejora serta lambang KNPB oleh Paulus Kidup, sebagai bentuk penolakan oleh Masyarakat Adat Kabupaten Merauke (Pendam)
 
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :