Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 5 May 2016

Polres Mimika Selidiki Pertikaian Warga Pasar Sentral

TIMIKA (MIMIKA) - Kepolisian Resort (Polres) Mimika masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap penyebab terjadinya pertikaian antara dua kelompok di Pasar Sentral pada Minggu (1/5) sekitar pukul 17.30 WIT lalu yang mengakibatkan dua warga terluka.

" Kami masih kumpulkan bukti itu, keterangan awal yang menikam pelaku merupakan korban juga. Ada isu menyebutkan yang menikam itu bukan korban," kata Kapolres AKBP Yustanto Mujiharso, S.IK., M.SI kepada Salam Papua via telepon, Selasa (3/5).

Yustanto mengatakan, dua warga yang terluka akibat pertikaian itu masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, sehingga penyidik belum bisa mengambil keterangan dari keduanya. Sejak kemarin juga pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mengungkap dan menangkap pelaku. Saat ini koordinasi dengan tokoh masyarakat berjalan baik.

Sebelumnya, dua lelompok warga di Jalan Hasanuddin depan Pasar Sentral Timika, tepatnya di pos ojek saling serang, Minggu (1/5) sekitar pukul 17.30 WIT.  Akibat kejadian ini dua warga Eper dan Andi terluka terkena sabetan benda tajam. Keduanya terluka saat saling melawan.

Kejadian berawal, ketika  Andi dan saksi Mukhlis sedang duduk dipangkalan ojek Omega.  Kemudian datang seorang pemuda yang sedang dipengaruhi miras datang kepangkalan ojek untuk meminjam motor yang terparkir di pangkalan tersebut, namun pemilik motor sedang tidak ada ditempat.

Karena kesal tidak dipinjamkan motor  pemuda tersebut memaki dengan kata-kata kasar terhadap Andi, sehingga Andi mendorongnya. Tidak terima dengan perlakukan Andi, pemuda tersebut pulang dan memanggil kakaknya bernama Eper dan tiga orang lainnya yang tidak diketahui identitasnya.

 Selanjutnya terjadi percekcokan mulut antara Andi dan Eper, yang berujung pada perkelahian. Tak lama kemudian Eper pergi dan kembali dan membawa sebilah parang dan mengayunkan kearah  perut Andi. Andi membalas dengan tusukan dibagian perut . Atas kejadian ini, Mukhlis kemudian melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Masyarakat Polsek Miru.

"Tadi (kemarin-red) jam 4 sore diadakan pertremuan dari tokoh masing-masing agar mengimbau dan pemberikan pemahaman kepada kelompok warganya masing-masing agar menahan diri untuk tidak memicu pertikaian baru, agar pihak kepolisian bisa segera menyelesaikan masalah ini," ujar Kapolsek Kompol I Gede Putra, S.IK., SH yang dihubungi Salam Papua via telepon, Senin (2/5).

I Gede juga mengatakan bahwa, sementara ini pihak kepolisian akan melakukan penjagaan di tempat kejadian perkara sambil terus memeriksa saksi-saksi pada saat kejadian. (salampapua.com)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :