Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 19 June 2016

Luhut Minta Tokoh di Manokwari Waspadai Ancaman Narkoba dan HIV-AIDS

MANOKWARI - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung di Manokwari Provinsi Papua Barat, Sabtu, mengingatkan para tokoh di daerah ini akan bahaya dan ancaman narkoba dan HIV/AIDS.

"Penting menjadi perhatian tokoh agama, tahun lalu 5,9 juta warga Indonesia adalah pengguna narkoba. Itu yang direkap, kepala BNN bilang angka sebetulnya bisa lebih besar," kata Luhut, dalam pertemuan bersama para tokoh agama, adat, perempuan dan unsur pimpinan daerah Papua Barat.

Dia menyebutkan, 30 hingga 50 orang meninggal dalam satu hari, selain karena penggunaan narkoba, kematian mereka juga karena HIV/AIDS.

Menurut Luhut, narkoba dan HIV/AIDS sama membahayakan, karena keduanya bisa menyebabkan kematian.

Karena itu, dia mengingatkan, peran tokoh agama sangat diharapkan untuk bersama-sama dengan aparat penegak hukum memberantas peredaran narkoba dan penularan HIV/AIDS.

"Ini serius, saya berbicara berdasarkan data. Sesuai data tahun lalu, pengguna narkoba meningkat di seluruh Indonesia," ujarnya lagi.

Dia mengajak para kepala daerah, elemen masyarakat, dan pimpinan TNI/Polri di daerah tidak memakai perasaan dalam melihat persoalan ini, melainkan harus berdasarkan data agar bisa mencari solusi yang tepat.

Luhut menyampaikan angka penggunaan sabu-sabu dan ekstasi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Peningkatan penggunaan sabu-sabu mencapai 350 persen, sedangkan ekstasi 280 persen.

"Lalu siapa yang menggunakannya, ya tak lain adalah anak-anak kita orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujarnya pula.

Luhut mengimbau TNI, Polri dan BNN di tingkat daerah harus bahu membahu dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba di wilayah masing-masing.

Dia mengutarakan bahwa batas laut Indonesia begitu luas, sehingga potensi penyelundupan narkoba tersebut sangat besar.

"Kalian punya peran besar untuk menjaga agar tidak ada lagi penyelundupan melalui jalur laut," kata Luhut pula.

Ancaman narkoba dan HIV/AIDS, kata dia, tidak boleh dianggap remeh, mengingat keduanya bisa mengancam produktivitas dan kreativitas anak banga.

Pada kesempatan itu, Menko Luhut mengingatkan gubernur dan seluruh bupati wali kota di Papua Barat untuk benar-benar serius memperhatikan penanganan HIV/AIDS. Wilayah Papua dan Papua Barat menjadi daerah dengan kasus penularan HIV cukup tinggi dari yang lain.

"Warga yang tertulari HIV/AIDS di Jakarta 1,03 persen, Papua 2,4 persen, Papua Barat 3,2 persen. Angka ini harus turun, pak gubernur harus melihat secara serius," kata Luhut pula. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :