Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 18 June 2016

Luhut Pandjaitan ke Wamena, Temui Ratusan Tokoh Agama dan Masyarakat

WAMENA (JAYAWIJAYA) - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan pada Jumat (17/6) tiba di bandara udara Wamena dengan menggunakan pesawat Carter Karisma Flight Support Aircraft tipe CL604-N 787 LG.

Kedatangan Luhut di Wamena yang merupakan jantung Provinsi Papua tersebut dalam rangka kunjungan kerja serta melaksanakan tatap muka dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Jayawijaya di Sasana Wio Kantor Bupati Kabupaten Jayawijaya yang diikuti kurang lebih 200 tamu undangan.

"Strategi pembangunan di Indonesia harus merata bukan hanya di jawa saja, tetapi harus sama rata dari Sabang sampai Merauke. Anggaran subsidi sekarang sudah dikurangi agar dapat digunakan untuk membangun, peningkatan kesehatan serta memajukan pendidikan di Indonesia khususnya di Papua," ujar Luhut pada acara tatap muka yang dibuka dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ancaman pembangunan di Indonesia adalah Narkoba karena pada tahun 2015 narkoba memakan korban jiwa kurang lebih 3 juta jiwa, HIV-AIDS di papua dan papua barat paling tinggi penderitanya di seluruh Indonesia. 

"Saya mengharap kepada Pendeta, tokoh masyarakat untuk menghimbau masyarakat agar tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah serta menghindari mengkonsumsi minuman keras agar tidak terjadi korban di masyarakat," harap Luhut dalam sabutannya.

Ia menilai pembangunan Papua sudah dilaksanakan bertahun-tahun, tetapi belum maksimal, sehingga seluruh pihak terutama pemerintah pusat di Jakarta harus lakukan pendekatan Holistik untuk strategi pembangunan Papua. 

"Dalam  kesempatan ini saya juga sampaiakn pelanggaran HAM di papua akan kita selesaikan, baik itu di Wasior, Biak dan Enarotali. Dengan dibentuk tim yang beranggotakan 35 orang yang terdiri dari unsur TNI/Polri LSM baik dari dalam negeri maupun luar negeri yakni Duta Besar PNG, Fiji, Solomon dan New Zealand," ungkap Luhut.

Sementara itu, untuk pelayanan kesehatan pihaknya akan tingkatkan dengan mendatangkan Menteri Kesehatan ke Wamena untuk melihat langsung keadaan kesehatan warga. 

"Bidang pendidikan komprehensif untuk semua dan akan hadir di Papua profesor lulusan dari Amerika untuk meningkatkan pendidikan di bumi Cenderawasih ini, kita melihat di lapangan apa kendala dan akan dilaporkn ke Menteri Pendidikan,  rencana di sentani akan dibangun sekolah unggulan yang berbasis asrama, saya meminta kepada pemerintah daerah Jayawijaya khususnya Bupati agar menyiapkan tanah di Wamena untuk dibangun sekolah unggulan agar penerus kita bisa bersaing di sekolah Nasional maupun Internasional, semua akan kita bantu demi kemajuan pendidikan generasi muda  Papua ini", pungkasnya. 

Turut hadir dalam rombongan tersebut Sofyan Djalil (KaBappenas), Lambock (Staf khusus Menko), Brigjen TNI Rudianto (Kaspri Menkopolhukam), Edward Wanandi (Rombongan Khusus), Mr.Marcus Mietzner (Rombongan Khusus), Mayjen TNI Hinsa Siburian (Pangdam XVII Cenderawasih), Irjen Pol Paulus Waterpau ( Kapolda Papua, Lettu (Laut) Wahyu Setyadi (Adc Menkopolhukam), serta Mrs Lenitha (pendam)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :