Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 20 June 2016

Pemkot Sorong Siapkan Lahan Stasiun Kereta Api

MANOKWARI - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat, bersama masyarakat setempat telah menyiapkan lahan seluas lima hektare untuk memulai pembangunan stasiun besar kereta api (KA).

Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy di Manokwari, Minggu, mengatakan dua pekan lalu ia bertemu dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

"Dirjen menyampaikan pemasangan tiang pancang harus segera dilakukan, dan semestinya bulan ini sudah harus mulai memasang ground breaking bangunan perkeretaapian di Kota Sorong," katanya.

Menyusul pertemuan tersebut, ia pun segera memerintahkan kepala Dinas Perhubungan Papua Barat untuk mengkroscek lahan yang telah disiapkan Wali Kota Sorong.

Dia menyebutkan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan serius menindaklanjuti program perkeretaapian Papua Barat. Untuk mempercepat realisasi program ini, Kementerian akan memindahkan bantalan rel kereta api di Sulawesi ke Papua Barat.

"Pemerintah provinsi pun berharap dalam bulan Juni ini pembangunan sudah dimulai. Mengawali pembangunan ini ground breking harus diletakan dulu," katanya.

Pada wawancara sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Bambang Heriawan Soesanto mengatakan, pembebasan lahan proyek perkeretaapian itu terkendala masalah data terkait harga serta luasan lahan.

Kementerian mengharap, data tersebut segera diserahkan agar anggaran pembebasan lahan segera dikucurkan, namun Wali Kota Sorong belum bisa menyerahkan data tersebut.

Terkait persoalan ini, Irene pun berharap Wali Kota bersama masyarakat segera menentukan harga serta menyampaikannya kepada Kementerian bersama data luasan lahan serta biaya operasional pembebasan lahan tersebut.

"Semester pertama tahun 2016 sudah hampir selesai. Selambat-lambatnya awal semester kedua pembangunan itu harus dimulai," katanya.

Dia mengungkapkan bahwa seluruh anggaran proyek perkeretaapian di daerah tersebut telah disiapkan pemerintah pusat, termasuk anggaran pembebasan lahan.

"Kami bersyukur, pemerintah daerah tak perlu mengalokasikan anggaran. Mari kita sambut program ini dengan baik, dengan mempermudah seluruh prosesnya," ujarnya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :