Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 20 June 2016

Tim Ekspedisi Saireri Susuri Kepulauan Padaido

BIAK (BIAK NUMFOR) - Tim Ekspedisi Saireri menyusuri perairan Kepulauan Padaido, Biak, Papua, dengan mendatangi tiga desa guna memperoleh data berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta kondisi lingkungan darat dan perairan.

"Diusahakan jika memang bisa hingga empat desa tentu baik. Namun yang jelas pada 20 Juni 2016 tim harus sudah bersandar di Biak," kata Koordinator Manajemen Hutan Berkelanjutan WWF Indonesia Program Papua Piter Rocky Aloysius kepada Antara di Biak, Papua, Minggu.

Menurut dia, informasi yang diperoleh dengan menggunakan indikator yang berkaitan dengan SDGs dari sembilan kampung di Kepulauan Yapen dan Biak ini dapat membantu menciptakan program yang lengkap ke depan.

"Tidak melulu hanya berbicara tentang konservasi, namun konservasi yang dimaksud sekaligus harus bisa memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Piter.

Ada keterbatasan waktu dalam ekspedisi ini, karena itu rencana awal penelusuran hingga ke Pulau Rani yang berada di sebelah barat Pulau Biak tidak dapat dilakukan, dan ekspedisi harus selesai pada 20 Juni 2016.

Forest Officer WWF Indonesia program Papua Rianto Stev Amir mengatakan pengambilan data dilakukan di kampung Samberpasi, Pasi, dan Yenmanaina yang berada di Kepulauan Padaido, Distrik Aimando. Lokasi tiga desa tersebut tepatnya berada di Pulau Pasi.

Alasan ketiga tempat tersebut dipilih dalam ekspedisi ini, menurut Stev, karena Kepulauan Padaido memang menjadi lokasi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak sebagai lokasi wisata.

"Ketika kita mengajukan ekspedisi ini Pemkab memang mengarahkan kami ke Padaido," ujar dia.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Kemitraan Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Abeto Sroyer, selaku Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Biak yang ikut dalam ekspedisi ini, kabupaten yang juga masih berada dalam kawasan Teluk Cenderawasih ini menempatkan wisata bahari sebagai andalan untuk Pendapatan Asli Daerah.

Dan Kepulauan Padaido, menurut dia, memiliki banyak lokasi di mana wisata bahari, khususnya diving, dapat dilakukan. Wisata sejarah bawah air dapat menjadi pilihan, mengingat banyaknya bangkai kapal hingga pesawat Perang Dunia II yang teronggok di dasar perairan tersebut. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :