Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 23 November 2016

Keberadaan Mahasiswa OAP di Luar Negeri Masih Didata

KOTA JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua hingga masih menunggu data valid mengenai keberadaan mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) yang menempuh pendidikan sarjana dan pascasarjana di luar negeri dengan beasiswa pemerintah setempat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen di Jayapura, Selasa, mengatakan, atas perintah gubernur, pihaknya sudah memanggil Kepala Biro SDM setempat untuk memberikan laporan secara valid yang sudah dilakukan untuk mengatasi isu terkait dugaan terlantarnya mahasiswa Bumi Cenderawasih di luar negeri.

"Karena kami membutuhkan data jelas, berapa banyak anak-anak Papua tengah berkuliah di luar negeri dan masalah yang dihadapi," katanya.

Menurut Hery, sudah menyampaikan hal tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua untuk ditindaklanjuti mengingat pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan persoalan tersebut.

"Gubernur sudah minta kepada kepala biro untuk menindaklanjuti hal ini karena kami sesungguhnya harus menyelesaikan sedini mungkin dan merencanakan hingga mahasiswa tuntaskan kegiatan belajarnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, setiap dana yang digunakan harus bisa dipertangungjawabkan mengingat perlu ada pembiayaan terhadap mahasiswa per tahun maupun per negara sehingga dalam pertanggungjawaban pihaknya tidak dipersalahkan.

"Dengan data yang valid, maka kami bisa mempertanggungjawabkan berapa anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai mahasiswa yang kuliah di luar negeri," katanya.

Sebelumnya, muncul isu bahwa beberapa mahasiswa Papua yang menempuh kuliah di Amerika Serikat terlantar akibat distribusi beasiswa terlambat sehingga mengundang kepedulian beberapa anggota dewan lalu mempertanyakan perihal tersebut ke pemerintah daerah setempat. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :