Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 23 November 2016

Mahasiswa Imasepa Jawa Barat Bahas HUT 116 Kota Fakfak

BANDUNG (JABAR) - Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat (Sekjend IMASEPA JABAR) Leonardus O. Magai, mengenalkan Kota Fak Fak diajang HUT ke-116 yang dikemas dalam Diskusi yang bertajuk "Mengenal kota Pala demi mengenang masa lalu dan kini untuk menata masa depan", Rabu, (16/11) di Kota Bandung.

Selanjutnya, Leonardus mengenalkan kota tertua di Papua dari berbagai sudut pandang dengan ringkas serta mengetengahkan beberapa keunikan diantaranya:

Yang Pertama, Kabupaten Fak Fak terletak pada 131°30' - 138°40' BT dan 2°25' - 4° LS dan berbatasan langsung dengan Teluk Bintuni di utara dan bagian selatannya Laut Arafura, di barat Laut Seram, dan Teluk Berau, serta di bagian timur berbatasan dengan kabupaten Kaimana.

Yang Kedua, Masyarakat Kabupaten Fakfak sangat menjunjung tinggi nilai keagamaan, terbukti dengan terciptanya sebuah semboyan yang sudah ada sejak turun-temurun di kabupaten Fakfak yaitu Satu Tungku Tiga Batu dengan pemeluk agama Islam (63,2 persen), Kristen protestan (25,1  persen), Kristen katolik (11,4 persen), dan Lain-lain (0,30 persen). "Katanya.

Lebih Lanjut, Leonardus mengenalkan Yang Ketiga, Obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi sebagai tempat pariwisata antara lain: Desa Ubadari (sumber air), distrik Kokas dengan pemandangan alam teluk dan pulau yang masih alami, Goa peninggalan Jepang pada waktu Perang Dunia II, situs purbakala Kokas atau oleh masyarakat setempat biasa disebut Tapurarang yaitu lukisan peninggalan zaman megalitikum pada dinding-dinding gua, Masjid tua Patimburak tertua di Papua yang didirikan pada tahun 1870, Air Terjun Kayuni di Distrik Kramomongga Kampung Kayun, Air Terjun Ubadari di Distrik Kramomongga Kampung Ubadari" pungkasnya.

Di tengah suasana mengenyam pendidikan di Bandung, Mahasiswa Papua merayakan HUT Kota Fak Fak yang ke-116 dengan sangat antusias. Dalam kaitan hari jadi kota Fak Fak ini, Mahasiswa asal Fak Fak berharap dapat meningkatkan kerja sama antara Pemerintah dengan mahasiswa dalam menghadapi globalisasi ekonomi, modern yang sangat cepat. "Mahasiswa menghimbau agar kota Fak Fak harus menjaga keamanan dan ketertiban serta harus bersih dari kolusi, korupsi, nepotisme" tandasnya.

Menutup acara Diskusi sekaligus perayaan HUT Kota Pala Sekretaris Jenderal Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat Leonardus O. Magai  "Mengucapakan selamat hari jadi Kota Fak Fak yang ke-116 s'moga semakin kuat dalam toleransi antar umat beragama serta tetap menjaga Pluralisme di kota Pala" tuturnya. (kabarindonesia.com)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :