Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 26 November 2016

Pemprov Ajak Guru Pertahankan Peran Mendidik Generasi Muda

KOTA JAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengajak para guru untuk mempertahankan peran mulia dalam mendidik generasi muda penerus bangsa.

"Guru memiliki peran yang sangat mulia dan strategis dalam mendidik generasi penerus bangsa, oleh karena itu berbanggalah menjadi seorang guru," kata Asisten II Setda Provinsi Papua Elia Loupatti pada upacara peringatan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Papua, di Jayapura, Jumat.

Upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati bersamaan dengan HUT ke-71 PGRI itu dipusatkan di lapangan Universitas Otow-Geisler, Kotaraja Dalam, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Elia bertindak sebagai inspektur upacara yang membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbid) Prof Dr Muhadjir Effendy MA.

Hadir pada momentum tersebut Ketua Umum PGRI Provinsi Papua Nomensen Mambraku, Ketua PGRI Kota Jayapura Robert J Betaubun dan tamu uandangan serta pengurus besar PGRI Kota Jayapura dan Provinsi Papua.

Turut hadir perwakilan Kejaksaan, Asisten II Setda Kota Jayapura, Ketua PGRI Kabupaten Jayapura Frans Y R Pepuho, mantan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, Rektor Universitas Ottow Geisler, dan Mantan Bupati Kabupaten Jayapura Matius Awitouw, serta ribuan guru.

Elia mengatakan di tangan guru, pamong, dan tenaga kependidikan, masa depan bangsa Indonesia menjadi taruhannya yang diimplementasikan melalui anak-anak peserta didik di sekolah, dan di sanggar-sanggar belajar.

Oleh karena itu, penghargaan patut diberikan kepada guru atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, pamong dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. "Kita bisa berdiri tegak saat ini juga karena pernah ditempa oleh para guru," ujarnya.

Sejak ditetapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, guru dinyatakan sebagai pekerja profesional namun bukan berarti sebelum itu para guru bekerja secara tidak profesional.

Hanya saja, hingga kini profesionalisme guru di Indonesia masih belum memenuhi harapan.

Masih diperlukan upaya-upaya yang lebih keras agar pekerjaan guru di negara ini, dan betul-betul sebagai pekerja professional hingga masa yang akan datang.

"Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik," ujarnya.

Diharapkan hal itu berimplikasi nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru, yang dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.

"Kedepan perlu segera dirumuskan kebijakan, agar sebagian tunjangan profesi guru bisa diinvestasikan bagi peningkatan kinerja guru melalui program pelatihan dan usaha guru belajar mandiri," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah di semua tingkatan perlu memperhatikan peningkatan profesionalisme guru. Profesionalisme guru menjadi salah satu dari lima agenda utama pembangunan pendidikan nasional. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :