Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 3 February 2017

Bulog Merauke Tunggu Kuota Raskin Untuk Empat Kabupaten

MERAUKE - Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Merauke, Provinsi Papua masih menunggu penetapan kuota beras miskin (Raskin) atau beras sejahtera yang nantinya didistribusi kepada masyarakat empat kabupaten.

Kepala Bulog Sub Divre Merauke Haryo Nugroho Broto, di Merauke, Jumat, mengatakan kuota raskin untuk Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Asmat ditentukan oleh Kementerian Soal.

"Kalau sudah ada kuotanya atau sudah diberi tahu oleh Gubernur, (Lukas Enembe) nanti saya langsung berita tahu kuota untuk masing - masing distrik di Merauke dan kabupaten sekitar yang masuk wilayah kerja kami," katanya.

Karena belum penetapan kuota, Haryo Nugroho Broto mengaku belum mengetahui persis apakah terjadi peningkatan dibandingkan tahun lalu atau tidak.

"Dua tahun lalu tidak ada peningkatan dan saya belum tahu apakah tahun ini ada peningkatan atau tidak," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada 2016, sebagian masyarakat Merauke tidak menebus atau membayar beras raskin sehingga tidak membawa beras itu.

"Sampai Desember 2016 ada yang tidak menebus tetapi relatif sedikit, artinya untuk seluruh wilayah kerja kita, sekitar lima persen yang tidak dibawa, dari total seluruh kuota per bulan. Jumlah yang tidak ditebus sekitar 300-an ton," katanya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, lanjut Haryo Nugroho Broto, setelah gubernur menetapkan kuota raskin, bulog langsung berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten.

"Setelah ditetapkan, pemerintah kabupaten akan mengeluarkan Surat Perintah Alokasi (SPA) dan dengan dasar itu masing - masing distrik segera dapat menebus alokasi untuk mereka," katanya. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :