Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 1 February 2017

Polisi Tangkap Pasutri Penipu dan Penggelap Rp750 Juta di Abepura

KOTA JAYAPURA - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura, Kota Jayapura, Papua, berhasil menangkap pasangan suami istri berinisial T dan H yang diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang kurang lebih senilai Rp750 juta kepada sejumlah korbannya, sejak tahun lalu.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek Abepura, Kompol Arnolis Korowa di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa mengatakan kedua pelaku itu berhasil ditangkap di Makasar, Sulawesi Selatan setelah berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

"Jad, kedua pelaku ini ditangkap di luar Papua. Keduanya diduga telah melakukan tindakan penipuan dan penggelapan sejumlah uang dan barang mulia berupa perhiasan emas," katanya didampingi Waka Polsek AKP James Tegai dan Kanit Reskrim Iptu Fatah Meilana.

Kedua pelaku melancarkan aksinya dengan modus sebagai pedagang emas di kompleks Pasar Youtefa, Abepura.

"Pasangan pelaku ini, berdasarkan laporan para korban yang telah melapor kepada kami, lakukan aksinya dengan menjanjikan menyanggupi membuat perhiasan emas. Ada yang membayar uang muka, bahkan ada yang bayar lunas," katanya.

Namun, kata dia, setelah waktu jatuh tempo perjanjian perhiasan emas yang diharapkan seharusnya diselesaikan oleh kedua pelaku dalam sepekan, tidak kunjung rampung juga.

"Sehingga keduanya memilih melarikan diri ke Makasar, Sulawesi Selatan. Keduanya kini dalam proses hukum," kata Arnolis Korowa.

Sementara itu, Kanit Reskrim Iptu Fatah Meilana menambahkan kedua pelaku dijerat dengan pasal 378 dan 372, terkait penipuan dan penggelapan dengan maksimal hukuman penjara selama lima tahun.

"Memang keduanya ada upaya mengganti kerugian para korban, tetapi belum selesai juga. Sedangkan uang yang berhasil digelapkan senilai Rp450 juta dengan emas 450 gram, kalau ditotal sebanyak Rp750 juta. Ini semua belum ditambahkan dengan laporan sejumlah korban lainnya, yang diduga berjumlah hampir 22 orang," katanya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :