-->

154 Anggota Bersenjata di Yambi Kembali ke NKRI

KOTA JAYAPURA - Sebanyak 154 anggota kelompok Yambi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, meletakkan senjata dan kembali ingin bergabung dalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, kepada wartawan di Jayapura, kemarin, mengaku mendapatkan laporan tersebut dari Bupati Puncak Willem Wandik pada Rabu (22/3) malam.

Waterpauw memaparkan kembalinya 154 anggota kelompok itu bermula pada Rabu (15/3). Seorang anggota kelompok Yambi, Uta­ringgen Telenggen, dengan didampingi tokoh agama Zakarias Tabuni mendatangi Makoramil 1714-04/Sinak.

Kehadiran mereka di Markas Koramil itu, sambung Waterpauw, dalam rangka meminta jaminan keamanan dari aparat terkait dengan rencana akan menyerahkan diri kembali ke pangkuan NKRI.

“Berlanjut pada Senin (20/3). Utaringgen Telenggen dan 153 anggota kelompok itu dengan didampingi Danramil 1714-04/Sinak Lettu Yusuf Rumi menyampaikan aspirasi ke Bupati Puncak Willem Wandik seusai peresmian Kantor Kas Bank Papua di Kampung Sinak, Kabupaten Puncak,” papar dia.

Menurut Waterpauw, anggota kelompok juga meminta pemerintah membangunkan rumah honai sehat bagi mereka.

“Pada kesempatan itu, Bupati Puncak Willem Wandik menyerahkan sebuah bendera Merah Putih kepada Utaringgen Telenggen beserta rombongan sebagai simbol kembalinya mereka ke pangkuan NKRI,” ujarnya.

Waterpauw menambahkan Utaringgen Telenggen dan 153 orang itu mengaku kembali ke pangkuan NKRI karena tidak mendapatkan apa pun dengan menjadi pengikut kelompok yang dipimpin Lekagak Telenggen dan Gombanik Telenggen.

“Mereka meminta jaminan keamanan kepada aparat keamanan TNI/Polri karena merasa terancam oleh Lekagak Telenggen dan Gombanik Telenggen. Utaringgen Telenggen dan 154 orang mantan simpatisan KKB ini rata-rata berasal dari Kampong Weni dan Rumagi, Distrik Mageabume, Kabupaten Puncak, yang merupakan daerah perbatasan dengan Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya,” kata dia.

Keberadaan kelompok sipil bersenjata di Papua menja-di perhatian dunia internasional. Bahkan, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr sempat menanyakan hal itu saat menemui Waterpauw pada 8 Maret.

Mendapat perta­nyaan itu, Waterpauw mengakui di beberapa wilayah di pegunung­an tengah masih terdapat kelompok bersenjata yang mengganggu aparat keamanan baik. (mediaindonesia)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah