Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 8 March 2017

Unjuk Rasa Karyawan PTFI di Jakarta Bukan Sponsor Manajemen

JAKARTA - Sekitar dua ratusan karyawan PT. Freeport Indonesia (PTFI) yang melakukan unjuk rasa damai di sekitar Monumen Nasional (Monas), tepatnya di depan Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (7/3) lalu adalah mereka yang langsung datang dari Kabupaten Mimika.

Menurut Koodinator Gerakan Solidaritas Peduli Freeport, Maikel Adi, mereka sengaja datang langsung dari Mimika untuk menuntut pemerintah tetap mempertahankan status Kontrak Karya perusahaan tempat mereka bekerja.

Para karyawan ini menempuh jarak yang sangat jauh untuk sampai ke Jakarta. Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, menyebut keberangkatan mereka ditanggung oleh PTFI.

Mereka membantah bahwa aksi demo mereka ke Jakarta disponsori oleh manajemen Freeport. Menurutnya, dana unjuk rasa diperoleh dari penggalangan dana sesama karyawan Freeport di Mimika.

"Tidak benar apa yang disampaikan Bupati kalau demo dibayari oleh Freeport. Kami ke sini sebagai gerakan solidaritas, tidak dibiayai oleh Freeport. Kami datang ke sini juga mengajukan cuti ke perusahaan. Pesawat dan akomodasi selama di Jakarta dari uang kita sendiri," tegas Maikel kepada detikFinance, Selasa (7/3/2017).

Dia berujar, pihaknya membentuk gerakan 'Sepuluh Ribu Sumbangan' dengan pengumpulan dana dari karyawan Freeport. Total dana yang terhimpun dari solidaritas sesaama karyawan mencapai Rp 180 juta.

"Itu dana yang kita kumpulkan untuk membiayai perwakilan kita di sini. Selain sumbangan, kita juga iuran sendiri membeli tiket pesawat dan makan di Jakarta. Kami tidak minta sepeser pun dari Pemda Mimika atau pun Freeport," ujar Maikel.

Sementara itu, Juru Bicara Gerakan Solidaritas Peduli Freeport, Virgo Salusa, meminta Eltinus segera meminta maaf secara resmi atas pernyataannya yang menyebut demo karyawan Freeport didanai oleh Freeport. Jika tidak, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

"Kami berikan tenggat waktu 24 jam kepada Bupati untuk segera meminta maaf secara resmi. Kami para pekerja akan menempuh jalur hukum jika tidak meminta maaf. Kami murni datang ke sini ke hadapan pemerintah agar dapat solusi keberlangsungan pekerjaan kami," tegas Virgo.

Sebelumnya, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, menyebut PT Freeport Indonesia sebagai dalang di balik demonstrasi ini. Freeport lah yang membiayai ratusan karyawannya untuk demo ke Jakarta.

"Mereka datang yang biayai Freeport. Mereka datang sama saya minta bantuan dua pesawat saya tolak," kata Eltinus.

Bahkan, kata Eltinus, ada kemungkinan yang berdemo di depan Kementerian ESDM hari ini sebenarnya bukan karyawan Freeport, cuma demonstran bayaran.

"Yang demo-demo ini untuk mereka cari makan, saya enggak tahu dari mana mereka saya enggak tahu, kalau yang datang demo ini karyawan aktif Freeport saya kenal muka mereka. Mereka dibiayai Freeport," tuturnya. (detik)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :