Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 7 April 2017

3 Mahasiswa Universitas Sriwijaya Sukses Taklukkan Puncak Cartenz Pyramid

 
PALEMBANG - Tiga pendaki Mafesripala Universitas Sriwijaya (Unsri) sukses dalam ekspedisi menaklukkan puncak Carstenz di Papua yang dimulai sejak 23 Maret 2017.

Tiga pendaki bagian dari Tim Emas Seven Summit Xpedition yakni Rahmat Dwi Kurniawan, Adhim Rifeldi, dan Muhammad Razaq tiba kembali di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kamis pagi, dengan disambut para kerabat.

"Dengan perjuangan berat setelah sempat diterpa badai salju sejak Minggu (2/4), akhirnya kami bisa mencapai puncak Carstenz Pyramid (4.884 mdpl) dengan beriringan," kata Rahmat.

Ia mengatakan puncak Pegunungan Jaya Wijaya ini dapat ditaklukkan setelah tim melakukan persiapan cukup panjang, mulai dari seleksi ketat yang diikuti 25 anggota Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pecinta Alam (Mafesripala).

Pendalaman materi dan penguatan fisik dilakukan selama tiga bulan sebelum dilepas oleh Pemkot Palembang dan Universitas Sriwijaya 23 Maret 2017.

"Hampir sepekan di perjalanan, tim bersama seorang guide lokal menempuh jalan berliku. Cuaca jadi kendala utama. Tidak menentu. Sehingga perjuangan yang kami hadapi semakin berat. Apalagi sesaat sebelum kami mencapai puncak, dan setelahnya. Badai salju turun," kenang Rahmat.

Kondisi fisik ketiga pendaki ini juga sempat terkuras sebelum cuaca kembali memungkinkan bagi ketiganya untuk turun dari atap Australia dan Asia Tenggara (Australasia) itu pada Selasa (4/4).

Lalu tim kembali ke Palembang dan tiba kemarin (6/6) di Bandara SMB II.

Sementara itu, Rektor Unsri Anis Sagaaf tak mampu menutupi rasa bangganya terhadap ketiga pendaki yang telah berjuang menorehkan sejarah.

"Prestasi yang ditorehkan ketiganya ini seiring dengan target menjadikan Unsri sebagai world class university," kata dia.

Ketua Umum Mafesripala Ni Kadek Siska didampingi Ketua Pelaksana Jefry Wellyando mengatakan seusai ekspedisi ini, akan dilanjutkan dengan ekspedisi berikutnya yakni ke Kilimanjaro (Afrika) dan Elbrus (Rusia).

"Mulai hari ini akan dipersiapkan ekspedisi berikutnya," kata Kadek. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :