Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 9 April 2017

7996 Siswa Ikuti UNBK di Provinsi Papua

KOTA JAYAPURA - Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Assawiyah (SMA/MA) di Provinsi Papua terdata sebanyak 7.996 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Elias Wonda, di Jayapura, Sabtu, mengatakan sebanyak 7.996 siswa itu berasal dari 76 sekolah yang tersebar di Kota Jayapura, Biak Numfor, Kepulaun Yapen, Merauke, Nabire, Mimika Keerom dan Sarmi.

"Sementara jumlah peserta UN untuk SMA/MA/SMALB/SMTK/SMAK tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 19.155 dari 295 sekolah. Hal ini mengalami peningkatan jika dibanding tahun 2015/2016 sebanyak 18.008 dari 266 sekolah," katanya.

Menurut Elias, pelaksanaan UN tingkat SMA/MA akan dilaksanakan pada 10-13 April 2017 pukul 07.30 waktu setempat secara bersamaan di Indonesia.

"Jadi mulai Senin (10/4), ujian nasional tingkat SMA/MA digelar baik untuk ujian nasional berbasis komputer maupun ujian nasional yang tidak menggunakan komputer sedangkan untuk distribusi soal telah dilakukan ke kabupaten/kota," ujarnya.

Dia menjelaskan pelaksanaan UN tahun ini memang agak sedikit berbeda jika dibanding tahun lalu, sehingga diharapkan seluruh sekolah di Papua yang menggelar ujian dapat berlaku jujur dalam penyelenggaraannya.

"Sementara untuk Kota Jayapura, sesuai laporan dari pemerintah kota setempat, sebanyak 30 sekolah menggunakan sistem UNBK di mana merupakan barometer di Papua dalam pelaksanaan ujian di tingkat SMA maupun SMP," katanya lagi.

Dia menambahkan dari total 66.209 siswa dari 1.095 sekolah itu, terdiri dari SMP/MTs/ SMPLB sebanyak 37.504 siswa dari 641 sekolah, SMA/MA/SMALB/SMTK/SMAK sebanyak 18.624 dari 259 sekolah, SMK sebanyak 7.554 siswa dari 113 sekolah.

Program Paket B sebanyak 1.032 siswa dari 41 sekolah serta program Paket C sebanyak 1.495 siswa dari 41 sekolah. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :