Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 17 April 2017

Aktor Intelektual Penyerang Novel Baswedan Diduga Pengusaha Berdarah Tionghoa- Papua

Aktor Intelektual Penyerang Novel Basweda Diduga Pengusaha Berdarah Tionghoa- Papua
KOTA JAYAPURA - Tim Pemenangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Anggawira mengklaim identitas dari aktor intelektual dibalik penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Novel Baswedan adalah seorang pengusaha berdarah Tionghoa Papua.

"Aktor intelektual penyerang Novel, Pengusaha Cina Papua," ujar Anggawira melalui akun twitternya @anggawira_good, Minggu (15/1).

Ia mengatakan motivasi dari oknum pengusaha di bidang Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) tersebut berkaitan dengan Pilkada yang sedang terjadi di DKI Jakarta.

"Kasua Novel Ada Hubungaanya Dengan Pilkada," papar dia dengan melanjut, "Otak intelektuat penyeraang Novel adalah Bos Perusahan EMKL yg terkail salah satu cagub."

Koordinator pemenangan Sandiaga Uno yang juga menjabat sebagai Komisaris utama PT Permata Transindo serta Direktur utama PT Nara Artha Nusantara dan CV Sejahtera Utama Mandiri ini mengatakan kasus penyiraman cairan asam kepada Novel adalah teror terhadap demokrasi. Sehingga ia mengharapkan agar polisi segera menangkap aktor intelektual tersebut.

"Kita minta dr mabes Polri mengumumkan tersangka. Polisi harus segera menangkapnya," ujar Angga yang saat itu sedang mengikuti Rakornas Partai Gerindra di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Sementara itu tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara sedang menelusuri identitas orang yang diduga mengintai rumah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, penyidik KPK yang mendapat serangan siraman cairan asam atau air keras.

"(Identitas sudah diketahui) namun belum disebut," kata Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, di Jakarta, Minggu (16/4).

Argo mengatakan, penyidik kepolisian menduga, ada dua orang pelaku teror dengan cairan asam terhadap Novel, berdasarkan analisa kamera tersembunyi di rumah Novel. Rekaman itu menunjukkan jenis dan pelat nomor polisi sepeda motor pelaku.

Selanjutnya, petugas menelusuri pemilik kendaraan sepeda motor ke Samsat, sehingga diketahui identitasnya.

Argo, sebagaimana dilaporkan Antara, menyebutkan, kedua pria tersebut berada di dekat rumah Novel, yang terekam kamera tersembunyi, dua pekan sebelum kejadian penyiraman.

Sejauh ini, kepolisian telah memeriksa 16 saksi, termasuk warga yang berada di masjid, yang membawa Novel ke rumah sakit setelah disiram pelaku, dan petugas satpam di lokasi kejadian.

Sebelumnya diberitakan, Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal, di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara, usai menjalani solat subuh, pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri. Sedangkan pelaku melarikan diri dengan sepeda motor. (papuanesia/gatra)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :