Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 9 April 2017

Ayah Lenis Kogoya Meninggal, Presiden Joko Widodo Ikut Berbelasungkawa

 
JAKARTA - Presiden Joko Widodo sempat mendatangi rumah duka di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta untuk menyampaikan rasa turut berbelasungkawa atas meninggalnya ayah dari Staf khusus Presiden RI, Lenis Kogoya, Lenggup Kogoya yang meninggal pada tanggal 29 Maret 2017  pukul 18.30 WIB lalu.

Didampingi Menteri Sekretariat Negara, Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, Jokowi menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga Lenis Kogoya.

"Presiden datang langsung untuk melayat dan menyampaikan rasa duka yang mendalam," kata Lenis, Sabtu (8/4).

Pada kesempatan itu, Jokowi pun menceritakan kisahnya saat pertama kali bertemu dengan Kepala Suku Papua tersebut. Saat berkunjung ke Wamena waktu kampanye Pilpres 2014 lalu, Jokowi disambut dan dipakaikan mahkota adat bertalikan bulu Burung Cenderawasih dari pegunungan Wamena oleh almarhum Lenggup Kogoya.

Saat itu, almarhum Lenggup Kogoya secara langsung menyatakan bahwa Jokowi akan menjadi Presiden Republik Indonesia dan ternyata setelah pemilihan presiden, Jokowi terbukti menang dan ditetapkan sebagai Presiden RI.

"Itulah ceritanya, mengapa Presiden Jokowi selalu mengingat peristiwa itu. Sehingga begitu mendengar kabar duka ini, dia langsung datang melayat ke rumah duka di RS. Siloam tempat jenasah almarhum disemayamkan sebelum diberangkatkan ke Wamena, Jayawijaya, Papua," katanya.

Kata Lenis, kedatangan Presiden Jokowi di rumah duka RS. Siloam pada tanggal 30 Maret 2017, pukul 07.30 WIB tak diduga sama sekali oleh pihak keluarga. Dan yang lebih membuat keluarga besar Kogoya sangat terharu adalah saat presiden Joko Widodo berada di rumah duka RS. Siloam, Lenis sedang kembali ke kediamannya untuk berganti baju. Tetapi presiden tetap dengan sabar menunggu Lenis Kogoya yang juga adalah staf khususnya kembali ke RS. Siloam sekitar 20 menit.

“Ini bentuk perhatian dan kepedulian yang tinggi dari seorang pemimpin di negara kepada stafnya dan rakyatnya, khususnya untuk orang Papua. Baru pertama kali seorang presiden RI melayat secara langsung ini perhatian dan penghargaan yang besar untuk orang Papua, kita harus bersyukur,“ katanya.

Secara khusus Lenis Kogoya juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Presiden Joko Widodo, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, serta Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa atas kedatangannya memberi dukungan kekuatan kepada keluarga yang sedang berduka.

Selain itu, Lenis juga mengucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungannya, baik moril maupun spritual selama proses dari rumah sakit sampai pemakaman di Wamena.

"Atas nama keluarga besar Kogoya, saya juga memohon agar almarhum dimaafkan apabila ada sikap dan perbuatan yang tak menyenagkan selama hidupnya," kata Lenis. (suara.com| foto: utamanews.com)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :