Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 2 April 2017

Lantamal XIV Ledakkan Kapal FB Jamelia 01


KOTA SORONG - Lantamal XIV Sorong, Papua Barat meledakan kapal FB Jamelia 01 yang diduga milik nelayan Philipina di perairan timur Pulau Nana Kota Sorong, Sabtu.

Komandan Lantamal XIV Sorong Laksamana Pertama TNI S. S Panjaitan mengatakan, peledakan kapal asing tersebut dilakukan secara simultan di seluruh Indonesia dengan total 82 kapal yang dikomando langsung oleh Menteri Susi Pudjiastuti" dari Ambon.

Ia mengatakan, kapal yang bernama FB Jamelia 01 tersebut ditangkap oleh Kapal KRI Sorong 9211 saat melakukan patroli di perairan halmahera utara pada 22 November 2016.

Dijelaskan bahwa kapal asing itu ditemukan dengan barang bukti alat pancing dan ikan tuna sebanyak luma ton. Kapal tersebut juga tidak dilengkapi satupun dokumen, baik surat izin penangkapan ikan maupun izin pelayaran.

Karena itu, kata dia, KRI Sorong 9211 langsung mengamankan kapal, nakhoda bersama 25 ABK ke markas komando Lantamal XIV Sorong guna proses hukum.

Menurut dia, seluruh ABK kapal tersebut dipulangkan ke negara asalnya sedangkan nakhoda yang diketahui bernama Joseph Ombauw menjalani proses hukum di pengadilan negeri Sorong.

Nakhoda nahkoda yang bersangkutan telah dijatuhkan hukuman oleh Pengadilan Negeri Sorong satu tahun penjara dan denda satu miliar rupiah. Apabila yang bersangkutan tidak mampu membayar denda tersebut maka dia harus menjalani hukuman pengganti satu bulan kurungan.

"Berdasarkan putusan tersebut kaka Pengadilan Negeri Sorong mengeluarkan surat pemusnahan barang bukti sehingga ikan dan kapal milik nelayan asing tersebut secara resmi dimusnakan serentak dengan beberapa daerah lain di Indonesia," katanya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :