Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 11 April 2017

Ombudsman Pantau Pelaksanaan UNBK di Kota Jayapura

 
KOTA JAYAPURA - Tim Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Papua memantau langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat Sekolah Menengah Atas di Kota Jayapura, Senin.

Pemantauan tersebut antara lain dilakukan di SMA Negeri 4 Kota Jayapura.

"SMAN 4 Jayapura mempunyai 'server' lebih baik sehingga bisa mendukung pelaksanaan UNBK di sekolah ini," kata Melania Kiriho, Asisten Pratama Ombudsman Perwakilan Papua, usai memantau UNBK hari pertama di SMAN 4 Jayapura.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi jaringan listrik bermasalah, pengelola SMAN 4 Jayapura menyiapkan dua unit genset.

Umumnya permasalahan di UNBK berupa gangguan jaringan "server" yang terhubung pada komputer ujian.

"Waktu kami pantau pelaksanaan UNBK di beberapa SMK di Jayapura pada 3-6 April 2017 lalu, juga ditemukan banyak 'server' yang gangguan," katanya.

Menurut dia, salah satu SMK yang didatangi, saat pembukaan komputer ujian tidak ada pilihan yang muncul di monitor komputer atau semua berbentuk huruf A saja di lembar soal ujian yang ada di layar komputer sehingga para siswa bingung.

"Jadi kendala teknis seperti itu yang lebih banyak kita temukan saat pelaksanaan UNBK di Jayapura," ujarnya.

Sementara soal administrasi, menurut dia, sudah final dari tingkat sekolah penyelenggara UNBK dan diektahui tim teknis.

"Pakta integritas juga sudah kami lihat dan semuanya sudah lengkap, dan itu akan menjadi satu dokumen untuk dikirim ke Jakarta tetapi setelah ujian nasional tingkat SMP baru dikirim ke Jakarta," ujarnya.

Namun, persoalan gangguan teknis itu menjadi catatan Ombudsman Papua.

"Memang ada banyak sekolah yang sudah siap melaksanakan UNBK tetapi masih banyak sekolah lainnya yang terpaksa menumpang ke sekolah lain untuk melaksanakan UNBK," ujarnya.

Ia menambahkan, hal ini akan menjadi catatan tersendiri bagi Ombudsman Perwakilan Papua sebagai laporan ke Ombudsman RI. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :