Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 24 April 2017

Pemkab Keerom Kembangkan Varietas Sapi Limosin dari Australia

Pemkab Keerom Kembangkan Varietas Sapi Limosin dari Australia
KOTA JAYAPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom tengah mengembangkan varietas sapi limosin yang berasal dari Australia karena dianggap memiliki kualitas bagus dan nilai ekonomisnya tinggi, serta cocok dikembangkan di Tanah Papua.

"Kami mendapatkan bantuan 10 petugas dari pusat dan difasilitasi oleh provinsi untuk proses inseminasi, bahkan dengan bibit sapi limosin, satu ekor dalam 2-3 tahun harga dagingnya sangat meningkat sekitar Rp50 juta. kita sudah uji coba dan berhasil," ujar Wakil Bupati Keerom Muhammad Markum, di Jayapura, Minggu.

Ia menjelaskan Keerom kini sudah menjadi pemasok sebagian komoditas pangan di kawasan Jayapura, termasuk daging.

Markum pun memandang ke depan bukan tidak mungkin Keerom bisa mengekspor Sapi ke kawasan Papua Nugini yang berbatasan langsung dengan kabupaten tersebut.

"Dari swasembada daging, pangan memang penyangganya dari Keerom tapi kita belum keluar, tapi mudah-mudahan karena kita dekat perbatasan ke depannya nanti kita akan lihat," kata dia.

Menurut dia, Keerom tidak saja mengembangkan varietas sapi limosin, tetapi juga sapi brahma yang berasal dari India.

Ia mengakui di Keerom belum ada peternak sapi yang berskala industri, namun dengan masih luasnya areal pertanian dan perternakan, pemenuhan kebuhan daging sapi secara berkelanjutan bisa dilakukan di Keerom.

"Keerom di target tiap tahun swasembada daging ini untuk suplai kebutuhan Jayapura harus bisa menghasilkan 3000 ekor, karena kebutuhan di kota Jayapura yang diambil dari Keerom itu per hari saja 30 ekor," kata Markum. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :